Banyak orang masih tergoda menilai kucing dari tampilan bulunya, seolah warna tertentu otomatis membawa sifat tertentu. Padahal, perilaku kucing jauh lebih rumit daripada sekadar oranye, putih, hitam, atau belang tiga.
Penilaian yang populer di kalangan pemilik kucing sering terdengar sederhana, seperti kucing oranye dianggap paling ramah atau kucing putih dinilai lebih menyendiri. Namun, gambaran itu tidak cukup kuat untuk menjelaskan kepribadian kucing secara utuh.
Faktor yang lebih kuat daripada warna bulu
Sifat kucing lebih banyak dibentuk oleh sosialisasi, genetik induk, ras, dan pengalaman hidup. Warna bulu memang terlihat jelas, tetapi bukan penentu utama karakter yang muncul saat kucing tumbuh dewasa.
Masa awal kehidupan menjadi fase penting karena anak kucing mulai mengenal suara, manusia, hewan lain, dan lingkungan sekitarnya. Periode 8 hingga 16 minggu pertama disebut sangat menentukan, sehingga anak kucing disarankan tetap bersama induk dan saudara-saudaranya sampai sekitar usia 12 minggu.
Pengalaman kecil yang membentuk perilaku besar
Paparan yang cukup sejak dini membantu kucing lebih mudah beradaptasi ketika dewasa. Kucing yang mendapat lingkungan aman dan penuh kasih sayang biasanya lebih mudah merasa nyaman dan menunjukkan perilaku yang lebih sosial.
Sebaliknya, kucing luar ruangan yang hidup sendiri cenderung lebih teritorial dan agresif. Kondisi itu muncul karena mereka harus lebih waspada terhadap ancaman di sekitarnya.
Genetik induk juga ikut berperan, terutama dari ayah. Anak kucing dapat mewarisi sifat seperti keberanian, tingkat stres, dan kecenderungan ramah terhadap manusia dari ayahnya.
Warna bulu tetap soal gen, bukan sifat
Warna bulu kucing ditentukan oleh gen dalam kromosom. Setiap sel kucing memiliki 38 kromosom, lebih sedikit dibanding manusia yang memiliki 46 kromosom.
Pewarisan warna juga mengikuti pola kromosom yang berbeda pada jantan dan betina. Anak kucing jantan mendapat satu kromosom X dari induk betina dan satu kromosom Y dari induk jantan, sedangkan betina mendapat satu kromosom X dari masing-masing induk.
Warna dasar bulu kucing umumnya bertumpu pada hitam, oranye, dan putih. Dari kombinasi tiga warna itu muncul banyak pola yang sering terlihat pada kucing rumahan.
Ciri warna yang sering disalahartikan
Kucing hitam biasanya membawa gen dominan, meski ada pengecualian. Dalam beberapa kasus, perubahan spontan pada rambut hitam dapat menghasilkan gen cokelat resesif.
Kucing oranye juga punya pola genetik khas karena gen ini selalu mengesampingkan gen hitam. Karena itu, kucing oranye polos lebih sering lahir sebagai jantan.
Pada kucing putih, gen putih dominan dapat mengalahkan gen oranye dan hitam. Kucing bermata biru kerap dikaitkan dengan tuli dan sensitivitas terhadap cahaya, sementara kucing dengan satu mata biru dan satu mata oranye mungkin tuli di sisi mata biru.
Apa yang terlihat dari penelitian
Sebuah studi di Universitas California, Berkeley, yang diterbitkan dalam jurnal Anthrozoos, menyurvei 189 pemilik kucing. Dalam survei itu, kucing oranye dianggap paling ramah, kucing putih dianggap penyendiri, dan kucing belang tiga dinilai paling sering bertingkah.
Beberapa tahun kemudian, studi di Universitas California Davis mengumpulkan 1.274 survei dari pemilik kucing. Survei itu meminta pemilik menilai agresi kucing di rumah, saat dipegang, dan saat kunjungan ke dokter hewan.
Hasilnya, kucing betina dengan bulu abu-abu putih, hitam putih, oranye, dan belang tiga warna termasuk yang paling agresif dalam tiga situasi tersebut. Kucing abu-abu putih menunjukkan agresi tertinggi saat ke dokter hewan, sementara kucing hitam putih paling negatif saat ditangani.
Studi itu juga menemukan kucing belang tiga lebih mudah jengkel. Di sisi lain, kucing hitam, putih, abu-abu, dan belang warna dinilai paling rendah dalam skala agresi.
Temuan dari Berkeley dan Davis tidak selalu sejalan. Kucing oranye yang dianggap ramah dalam satu kelompok responden justru masuk kategori agresif pada kelompok lain, sehingga warna bulu sulit dijadikan patokan tunggal untuk membaca sifat kucing.
Source: www.idntimes.com