Kabar hilangnya Arief Wibisono di Gunung Puntang berakhir dengan lega. Mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024 itu ditemukan selamat setelah sempat dicari relawan, warga, dan petugas gabungan.
Arief kemudian mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada keluarga. Meski mengalami luka gores dan memar di sekujur tubuh, ia tetap sadar saat ditemukan.
Penemuan itu terjadi di kawasan Leuweung Malang oleh warga. Informasi awal yang beredar dari relawan pencarian melalui media sosial kemudian dibenarkan oleh Humas ITB, Lala Arief.
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi juga memastikan Arief ditemukan dalam keadaan sehat. Kabar ini menjadi titik terang dari proses pencarian yang sempat menyita perhatian di Jawa Barat.
Dugaan keluar jalur pendakian
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Nita Yuanita, menjelaskan bahwa Arief diduga keluar dari jalur pendakian awal dari Basecamp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Dalam situasi itu, ia disebut terperosok ke jurang sedalam 6-7 meter.
Setelah jatuh, Arief disebut membuka jalur sendiri dengan menyusuri sungai. Kondisi tersebut membuat proses pencarian berlangsung menegangkan hingga akhirnya ia berhasil ditemukan.
Evakuasi melibatkan banyak pihak
Setelah ditemukan, Arief dievakuasi ke tempat yang lebih aman sebelum dibawa untuk mendapat perawatan. Proses ini melibatkan warga, relawan, dan petugas gabungan yang terus melakukan pencarian di lapangan.
Koordinasi di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan itu. Berkat kerja bersama, mahasiswa ITB tersebut akhirnya bisa kembali bersama keluarga.
Nita juga menyampaikan bahwa Arief sempat dirawat di rumah sakit. Pada saat penanganan, ia masih dalam kondisi sadar meski tubuhnya mengalami luka gores dan memar.
Di tengah sejumlah kabar yang berisi kekerasan dan risiko keselamatan di Jawa Barat, penemuan Arief menjadi kabar yang paling melegakan. Setelah sempat hilang di Gunung Puntang, ia kini telah berada di bawah pengawasan keluarga dan menjalani perawatan lanjutan.
Source: www.detik.com




