Kekhawatiran pekerja SoFi Stadium kini tidak hanya soal tugas mereka saat Piala Dunia berlangsung, tetapi juga soal siapa yang boleh masuk ke venue itu. Serikat UNITE HERE Local 11 menekan agar ada jaminan federal bahwa ICE tidak akan dikerahkan di stadion tersebut selama delapan pertandingan Piala Dunia yang dijadwalkan digelar di sana bulan depan.
Tekanan itu muncul karena para pekerja menilai kehadiran ICE bisa menciptakan suasana takut di tengah ajang besar yang seharusnya berjalan aman dan terbuka. Sekitar 2.000 pekerja perhotelan berada di bawah serikat ini, dan banyak di antaranya bekerja di layanan makanan dan minuman.
Isaac Martinez, yang bekerja sebagai juru masak di stadion, menyebut ICE tidak semestinya punya peran dalam pertandingan itu. Ia mengatakan para pekerja tidak ingin datang bekerja dengan rasa takut atau pulang dengan ancaman penahanan.
Serikat tersebut bahkan membuka kemungkinan mogok jika tidak ada kepastian yang mereka minta. Martinez menegaskan kelompok pekerja itu siap menghentikan pekerjaan bila kesepakatan soal larangan ICE tidak tercapai.
Data pribadi juga jadi sumber kekhawatiran
Selain isu kehadiran ICE, para pekerja juga menyoroti proses akreditasi FIFA. Mereka diminta menyerahkan data pribadi sebelum turnamen yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Yolanda Fierro meminta FIFA tidak membagikan informasi pekerja kepada ICE, negara asing, atau layanan intelijen. Bagi para pekerja, perlindungan data kini menjadi bagian penting dari tuntutan mereka menjelang turnamen.
Aksi di luar stadion ikut menarik perhatian
Protes terhadap kemungkinan keterlibatan ICE juga terjadi di luar SoFi Stadium. Aksi itu mendapat sorotan publik sekaligus dukungan dari Tom Steyer, salah satu kandidat terdepan dalam pemilihan gubernur California.
Para demonstran membawa bola plastik dan poster bertuliskan “Kick ICE Out of the World Cup”. Steyer menyebut mandat ICE adalah pengawasan perbatasan dan mempertanyakan kaitannya dengan Piala Dunia.
Ia juga menggambarkan lembaga tersebut sebagai ancaman bagi pekerja di California. Dukungan politik itu menambah tekanan di tengah tuntutan serikat agar turnamen tidak diwarnai operasi imigrasi di dalam venue.
Latar ketegangan yang lebih luas
Kekhawatiran para pekerja tidak muncul dalam ruang hampa. ICE selama ini menjadi ujung tombak kebijakan pengetatan imigrasi Presiden Donald Trump, dan kelompok hak asasi manusia telah mengecam tindakan lembaga itu dalam sejumlah penggerebekan di berbagai kota di Amerika Serikat, termasuk Los Angeles tahun lalu.
Sorotan terhadap ICE juga meningkat setelah pada awal 2026 agen ICE menembak mati dua pengunjuk rasa asal Amerika di Minneapolis. Rangkaian peristiwa itu ikut memperkuat rasa waswas para pekerja bahwa kehadiran lembaga tersebut di ajang sebesar Piala Dunia akan memperkeruh suasana di stadion.
Bagi para pekerja SoFi Stadium, tuntutan utama mereka tetap sederhana namun tegas: ada jaminan bahwa Piala Dunia tidak akan disertai operasi ICE di dalam venue. Mereka menilai kepastian itu diperlukan agar pertandingan bisa berlangsung tanpa rasa takut bagi pekerja maupun penonton.