Kei Car Listrik Mungil Ini Ternyata Punya 63 Hp, Nissan Sakura Makin Menarik untuk Kota Jepang

Di tengah pasar mobil listrik yang makin ramai, Nissan Sakura menonjol bukan karena ukuran besar atau tenaga berlebihan, melainkan karena paketnya yang pas untuk mobilitas kota. Model mungil ini disebut sebagai salah satu kei car listrik paling menarik di Jepang dan sejak meluncur pada 2022 terus mendapat sorotan di pasar domestik.

Karakter utamanya justru ada pada keseimbangan antara bentuk kompak, performa yang cukup, dan fitur yang terasa lengkap untuk kelasnya. Bagi pengguna yang sering menghadapi jalan sempit, parkir terbatas, dan lalu lintas padat, Sakura menawarkan solusi yang ringkas tanpa terasa terlalu sederhana.

Lincah untuk ruang perkotaan yang sempit

Sebagai kei car, Nissan Sakura memang disiapkan untuk kondisi khas kota-kota di Jepang yang padat dan terbatas ruang geraknya. Ukurannya dibuat sangat kompak, dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.655 mm.

Jarak sumbu rodanya 2.495 mm dan radius putarnya sekitar 4,8 meter. Kombinasi ini membuat mobil lebih mudah diajak bermanuver di jalan kecil, area parkir sempit, dan rutinitas harian yang menuntut kelincahan tinggi.

Walau bodinya kecil, Sakura tetap memiliki kabin untuk empat penumpang. Artinya, mobil ini tidak hanya mengutamakan kemudahan bergerak, tetapi juga tetap fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.

Motor listrik 63 hp yang cukup relevan di kota

Di balik bentuk mungilnya, Sakura dibekali motor listrik tunggal 47 kW atau setara 63 hp. Torsinya mencapai 195 Nm dan tenaganya disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis khas mobil listrik.

Secara angka, tenaga itu mungkin terlihat sederhana. Namun untuk penggunaan urban, performanya dinilai sudah memadai, terlebih kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 130 km/jam.

Nissan juga memasang baterai lithium-ion 20 kWh pada model ini. Dalam sekali pengisian penuh, jarak tempuhnya bisa mencapai 180 kilometer berdasarkan standar WLTC Jepang, yang dianggap pas untuk mobilitas harian di area perkotaan.

Pengisian cepat dan pengendalian yang lebih praktis

Sakura sudah mendukung fast charging DC hingga 100 kW. Dengan kemampuan tersebut, pengisian dari kondisi rendah ke 80 persen disebut memerlukan sekitar 40 menit.

Untuk memudahkan pengemudi saat lalu lintas padat, Nissan membekalinya dengan e-Pedal Step. Fitur ini memungkinkan akselerasi dan deselerasi dilakukan hanya dengan satu pedal, sehingga pengendalian terasa lebih praktis dalam penggunaan harian.

Pendekatan seperti ini memperkuat karakter Sakura sebagai mobil listrik yang dirancang bukan hanya hemat ruang. Mobil ini juga dibuat agar mudah dioperasikan oleh pengemudi di lingkungan urban.

Kabin sederhana, tetapi terasa modern

Masuk ke dalam, Sakura tampil dengan nuansa yang sederhana namun tetap modern. Panel instrumennya menggunakan layar digital 7 inci, sedangkan head unit berukuran 9 inci.

Sistem infotainment tersebut mendukung Apple CarPlay dan NissanConnect. Untuk memberi rasa nyaman, joknya dibuat menyerupai sofa agar penumpang tetap merasa rileks saat dipakai sehari-hari.

Ruang bagasinya memiliki kapasitas 107 liter. Jika butuh ruang tambahan, kursi belakang dapat dilipat untuk memperluas area angkut.

Fitur keselamatan dan pilihan varian

Pada sisi keselamatan, Nissan Sakura dibekali ProPILOT, ProPILOT Park, Intelligent Around View Monitor, dan sejumlah sistem bantuan pengemudi lain. Model ini juga meraih rating keselamatan bintang lima dari JNCAP di Jepang.

Di pasar Jepang, Sakura ditawarkan dalam varian S, X, dan G. Varian G berada di posisi tertinggi dan membawa fitur lebih lengkap, termasuk adaptive LED headlamp, bantuan parkir otomatis, serta pilihan warna two-tone premium.

Harga Nissan Sakura berada di kisaran 2,3 juta hingga 3 juta yen sebelum subsidi pemerintah Jepang. Dengan ukuran kecil, jarak tempuh yang memadai, tenaga 63 hp, dan fitur yang tergolong lengkap, model ini tetap menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelas kei car listrik.

Baca Juga

Back to top button