Kecil Di Luar, Ternyata Serius Dipakai Korlantas, VinFast VF 3 Tawarkan Efisiensi dan Kelincahan

Banyak mobil listrik kecil kerap dipandang hanya cocok untuk kebutuhan harian biasa, tetapi VinFast VF 3 justru mendapat sorotan yang lebih besar. Mobil mungil asal Vietnam itu bahkan dipakai Korlantas Polri sebagai kendaraan operasional ETLE Drone Patrol Presisi, sehingga citranya ikut bergeser dari sekadar mobil kompak menjadi kendaraan yang dinilai relevan untuk tugas lapangan.

Keberadaan VF 3 di lingkungan operasional ikut menegaskan bahwa ukuran kecil tidak selalu identik dengan fungsi terbatas. Di pasar mobil listrik Indonesia yang makin ramai, model ini menonjol karena menawarkan dimensi ringkas, desain yang berbeda, serta efisiensi yang mendukung mobilitas perkotaan.

Tampil berbeda dari mobil kecil kebanyakan

VinFast VF 3 tidak hadir dengan rupa city car yang polos. Mobil ini membawa gaya mini SUV dengan bodi mengotak yang memberi kesan tegas dan lebih tangguh saat dilihat dari luar.

Karakter visual itu makin kuat berkat penggunaan velg 16 inci dan ban berprofil tebal. Kombinasi tersebut membuat VF 3 mudah dikenali di jalan dan terasa jauh dari kesan mainan yang kerap melekat pada mobil listrik berukuran kecil.

Ringkas, tapi tetap berguna di jalan kota

Secara ukuran, VF 3 memang dibuat kompak. Panjangnya 3.190 mm, lebarnya 1.679 mm, tingginya 1.652 mm, dan wheelbase 2.075 mm.

Dimensi itu membuat mobil lebih mudah dipakai di jalan sempit dan padat. Pengemudi juga lebih terbantu saat mencari parkir atau bermanuver di ruang terbatas.

Ground clearance 175 mm menambah nilai praktisnya. Angka ini memberi bekal saat mobil melewati polisi tidur, jalan bergelombang, atau genangan ringan di area perkotaan.

Respons lincah untuk pemakaian harian

Di balik bodi mungilnya, VF 3 memakai motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive. Tenaganya mencapai 40 horsepower dengan torsi puncak 110 Nm.

Angka tersebut memang bukan untuk mengejar performa tinggi. Namun, karakter motor listrik membuat respons awal terasa sigap, terutama saat dipakai dalam lalu lintas stop and go, bermanuver, atau menyalip di kecepatan rendah.

Karena itu, VF 3 lebih tepat dipahami sebagai mobil kota yang lincah. Mobil ini tidak diarahkan untuk perjalanan jarak jauh dengan kecepatan tinggi.

Baterai dan jarak tempuh yang cocok untuk rutinitas kota

VF 3 dibekali baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 18,64 kWh. Dengan kondisi penuh, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai 215 kilometer.

Jarak tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan harian masyarakat perkotaan yang rata-rata menempuh 30 hingga 50 kilometer per hari. Dalam pola seperti itu, pengisian daya tidak perlu dilakukan terlalu sering.

Proses pengisian juga tergolong cepat untuk kelasnya. Dengan fast charging, baterai bisa terisi dari 10 persen ke 70 persen dalam waktu sekitar 36 menit.

Lebih efisien untuk biaya operasional

Selain praktis, VF 3 menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Penggunaan energi listrik membuat perjalanan lebih ekonomis dan sekaligus membantu pengurangan emisi karbon.

Karakter efisien ini menjadi salah satu alasan mobil listrik kecil seperti VF 3 semakin mendapat perhatian. Bukan hanya konsumen umum, kendaraan seperti ini juga mulai dilirik untuk kebutuhan mobilitas di lingkungan institusi pemerintah.

Dengan desain unik, ukuran ringkas, efisiensi biaya, dan jarak tempuh yang memadai untuk aktivitas harian, VF 3 menyasar pengguna urban yang butuh kendaraan praktis dan mudah dikendalikan. Pemakaiannya oleh Korlantas Polri ikut memperkuat posisi VF 3 sebagai mobil listrik mungil yang fungsional dan relevan untuk kebutuhan mobilitas cepat.

Exit mobile version