Nama Evalia kembali muncul ke permukaan, tetapi kali ini bukan sebagai MPV keluarga biasa. Nissan dan Dongfeng memberi sinyal bahwa penerus NV200 itu sedang disiapkan dengan karakter yang jauh lebih modern, menggabungkan teknologi plug-in hybrid dan aura mild off-road untuk pasar China.
Arah baru ini langsung membuat model tersebut menonjol di tengah segmen MPV yang umumnya fokus pada kabin luas dan efisiensi. Dengan pendekatan seperti itu, Nissan tampak ingin menawarkan kendaraan serbaguna yang tetap praktis, namun punya karakter yang lebih berani di jalan ringan di luar aspal.
Sinyal awal kemunculan model ini terlihat pada acara Nissan Zhengzhou pada akhir 2025, menurut Carnewschina.com. Pada kesempatan itu, yang ditampilkan belum berupa detail teknis lengkap, melainkan siluet MPV dengan label PHEV mild off-road MPV.
Label itu menjadi petunjuk kuat tentang arah pengembangan yang sedang disiapkan. Nissan dan Dongfeng terlihat ingin memadukan efisiensi elektrifikasi dengan kemampuan jelajah ringan yang tidak lazim untuk MPV konvensional.
Meski begitu, spesifikasi resminya masih tertutup rapat. Desain final, konfigurasi kabin, kapasitas baterai, tenaga gabungan sistem hybrid, dan daftar fitur belum diumumkan oleh Nissan maupun Dongfeng.
Dari informasi yang beredar, model baru ini juga diperkirakan hadir dalam versi mesin pembakaran internal. Untuk varian ICE, mesin 2.000 cc disebut berpeluang digunakan, sedangkan varian PHEV diperkirakan mengandalkan mesin 1.200 cc sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
Karakter baru untuk nama lama
Bila rencana ini terealisasi, perubahan identitasnya cukup besar dibanding Evalia generasi sebelumnya. Model lama lebih dikenal sebagai MPV sederhana untuk kebutuhan keluarga dan komersial ringan, sementara versi baru justru diarahkan ke teknologi plug-in hybrid.
Pergeseran itu membuat nama Evalia masuk ke babak yang lebih modern. Jaraknya dengan citra lama menjadi semakin jelas karena model ini tidak lagi hanya ditawarkan sebagai kendaraan fungsional, tetapi juga sebagai produk elektrifikasi dengan karakter yang lebih aktif.
Istilah mild off-road juga menjadi bagian paling menarik dari presentasi awalnya. Walau belum ada rincian soal sistem penggerak roda, istilah tersebut memberi kesan bahwa mobil ini disiapkan untuk kondisi jalan ringan yang sedikit lebih menantang dibanding penggunaan perkotaan biasa.
Dengan pendekatan itu, mobil ini tidak diarahkan sebagai kendaraan off-road berat. Karakternya tetap sebagai MPV, tetapi dengan fleksibilitas tambahan yang membuatnya terasa lebih serbaguna.
China menjadi panggung utamanya
Untuk pasar China, model ini akan dipasarkan di bawah merek Zhengzhou Nissan. Langkah tersebut sejalan dengan sejarah NV200 di negara itu, karena generasi pertamanya memang sempat dijual di China pada periode 2010 hingga 2016.
Setelah berhenti dipasarkan, nama tersebut seperti hilang dari peredaran. Karena itu, kemunculan penerusnya kini terasa seperti kebangkitan nama lama yang sempat lama tidur.
Jejak NV200 sendiri juga cukup luas di berbagai negara. Model itu pernah dirakit di Indonesia pada 2010-2016, di Jepang pada 2007-2016, di Meksiko pada 2007-2016, di Spanyol pada 2009-2016, di China pada 2010-2016, dan di India pada 2012-2016.
Nama Evalia masih menyimpan memori kuat di Indonesia karena pernah hadir sebagai MPV yang praktis dan fungsional. Tak heran jika kabar kemunculan penerusnya kembali menarik perhatian, terlebih karena arah pengembangannya kini jauh berbeda dari model yang dulu dikenal publik.
Saat ini, banyak detail penting masih menunggu pengumuman resmi. Namun jadwal yang beredar menyebut mobil ini diperkirakan meluncur pada kuartal ketiga 2026 untuk pasar China, sehingga posisi Evalia atau NV200 baru itu mulai terlihat sebagai kendaraan keluarga modern dengan sentuhan elektrifikasi dan karakter yang lebih berani.
Source: otodriver.com