Kecepatan Rotor Mars NASA Tembus Mach 1,08, SkyFall Siapkan Helikopter Yang Lebih Mampu

Pengujian rotor untuk misi Mars berikutnya menunjukkan lonjakan kemampuan yang belum pernah dicapai sebelumnya. Di fasilitas 25-Foot Space Simulator milik NASA Jet Propulsion Laboratory, bilah rotor yang disiapkan untuk lingkungan Mars berhasil menembus Mach 1,08 dalam kondisi simulatif.

Hasil ini menjadi sinyal penting bagi Project SkyFall, program yang disiapkan NASA bersama AeroVironment untuk menghadirkan helikopter Mars yang jauh lebih mampu. Dengan capaian tersebut, desain generasi baru mulai terlihat lebih dekat ke kebutuhan operasional untuk eksplorasi yang lebih berat di planet merah.

Dorongan menuju batas baru

Dalam pengujian itu, NASA memakai dua sistem rotor dengan konfigurasi dua bilah dan tiga bilah. Keduanya sempat melaju sampai kecepatan ujung bilah Mach 0,98 sebelum dorongan angin tambahan mendorongnya melewati Mach 1,08.

Rotor tersebut juga tercatat berputar hingga 3.750 rpm. Angka ini sekitar 10 kali lebih cepat dibanding rotor pada banyak helikopter modern, dan menunjukkan betapa ekstremnya tuntutan penerbangan di atmosfer Mars.

Kondisi Mars membuat kecepatan seperti itu diperlukan. Atmosfer planet itu sangat tipis, hanya sekitar 1 persen dari atmosfer Bumi, sehingga rotor harus bekerja jauh lebih cepat untuk menghasilkan daya angkat yang cukup.

Mengapa terbang di Mars tetap sulit

NASA menilai penerbangan di Mars masih menjadi salah satu tantangan terberat dalam eksplorasi planet. Al Chen, manajer Mars Exploration Program di JPL, menjelaskan bahwa atmosfer Mars yang sangat tipis menyulitkan pembangkitan lift, sementara gravitasi planet itu tetap signifikan.

Mars juga memiliki kecepatan suara yang lebih rendah, sekitar 537 mph atau 864 km/jam. Sebagai pembanding, di permukaan laut Bumi kecepatan suara berada di sekitar 767 mph atau 1.235 km/jam.

Kombinasi antara atmosfer tipis, gravitasi, dan karakter aerodinamika tersebut membuat pengujian rotor menjadi sangat penting. Karena itu, tembusnya Mach 1,08 dipandang sebagai capaian yang memberi ruang bagi desain berikutnya.

Jejak yang ditinggalkan Ingenuity

Keberhasilan ini juga berdiri di atas pengalaman dari Ingenuity, helikopter Mars pertama NASA. Wahana kecil itu awalnya hanya dirancang untuk lima penerbangan, tetapi akhirnya menyelesaikan 72 penerbangan.

Jarak terjauh yang dicapai Ingenuity sekitar 2.300 kaki atau 704 meter. Helikopter itu memakai bilah serat karbon dan membantu membuka jalan bagi rancangan rotor yang lebih cepat.

Namun, Ingenuity hanya seukuran kotak tisu dan berbobot 1,8 kg atau 4 lbs. Wahana itu juga tidak membawa muatan ilmiah maupun peralatan komunikasi, sehingga perannya lebih sebagai pembuktian konsep penerbangan di Mars.

SkyFall menyiapkan kemampuan yang lebih besar

Project SkyFall diarahkan untuk menjawab kebutuhan misi yang melampaui kemampuan Ingenuity. NASA menyebut helikopter generasi berikutnya diharapkan bisa membawa baterai yang lebih besar, instrumen ilmiah yang lebih canggih, dan sistem komunikasi yang lebih baik.

Rencananya, SkyFall akan mengirim tiga helikopter Mars generasi baru bersama wahana antariksa. Setelah tiba, ketiganya akan dilepaskan ke wilayah berbeda untuk menjalankan eksplorasi secara mandiri.

Dalam skema itu, wahana pendarat akan berfungsi sebagai pusat komunikasi dan operasional bagi armada helikopter. Dengan cara ini, pengamatan dari udara rendah dapat dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan lebih fleksibel.

Masih ada ruang untuk pengembangan

Shannah Withrow-Maser, aerodinamisis NASA sekaligus anggota tim uji, menyebut keberhasilan tersebut sebagai langkah besar untuk membuktikan penerbangan di lingkungan yang lebih menuntut. Ia mengatakan tim awalnya menargetkan Mach 1,05, tetapi hasil akhirnya justru mencapai Mach 1,08.

NASA masih menganalisis data pengujian itu. Namun, hasil awalnya memberi kesan bahwa masih ada potensi dorongan tambahan pada desain rotor berikutnya.

Project SkyFall sendiri diposisikan sebagai misi penerus dan menjadi misi kedua NASA untuk eksplorasi Mars lewat wahana udara. Jika berjalan sesuai rencana, armada helikopter baru itu akan melakukan pengamatan di permukaan dengan kemampuan yang lebih besar dibanding pendahulunya.

Exit mobile version