Keamanan Membaik di Jawa Timur, LPKAN Dorong Pola Jatanras Polda Jadi Rujukan Nasional

Dorongan agar model penanganan kejahatan jalanan di Jawa Timur dijadikan acuan nasional makin menguat setelah DPD LPKAN Indonesia Jawa Timur menilai kinerja Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menunjukkan hasil yang nyata. Lembaga itu melihat pola kerja yang cepat, tegas, dan terbuka sebagai pendekatan yang selaras dengan semangat Polri Presisi.

Penilaian tersebut tidak hanya bertumpu pada banyaknya pengungkapan perkara, tetapi juga pada rasa aman yang ikut dirasakan masyarakat. Bagi DPD LPKAN Indonesia Jatim, penurunan ruang gerak pelaku kejahatan memberi dampak langsung pada mobilitas warga dan kelancaran distribusi barang di wilayah yang selama ini menjadi barometer ekonomi sekaligus jalur logistik nasional.

Tekanan terhadap kejahatan jalanan 3C

Fokus terbesar apresiasi itu tertuju pada keberhasilan menekan kejahatan jalanan 3C, yakni curat, curas, dan curanmor. Jatanras Polda Jatim dinilai tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif bergerak lewat operasi rutin dan pengungkapan jaringan lintas provinsi.

Berdasarkan rilis resmi Humas Polda Jatim, Subdit 3 Jatanras memang menjalankan operasi yang menyasar sindikat kejahatan terorganisasi. Pola itu membuat ruang gerak pelaku semakin sempit sekaligus membantu polisi membongkar jaringan yang selama ini meresahkan warga.

Salah satu capaian yang menonjol terjadi pada Mei 2026 ketika Tim Jatanras menangkap tiga pelaku curanmor dan curat yang diduga bagian dari sindikat lintas provinsi. Dalam penindakan itu, petugas turut mengamankan kendaraan serta bahan peledak jenis low explosive seberat 3 kilogram yang diduga disiapkan untuk melawan petugas.

Selain itu, Jatanras Polda Jatim juga mengungkap 23 tempat kejadian perkara kejahatan jalanan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sembilan pelaku tindak pidana curas, curat, dan curanmor yang selama ini membuat masyarakat resah.

Operasi Sikat Semeru dan pemulihan bagi korban

Operasi Sikat Semeru menjadi bagian lain yang ikut disorot dalam penilaian DPD LPKAN Indonesia Jatim. Dalam operasi cipta kondisi itu, Subdit 3 Jatanras disebut tampil sebagai motor penggerak pemberantasan premanisme, begal, dan berbagai bentuk kejahatan jalanan lain.

Lembaga tersebut menyebut operasi itu berhasil mengamankan puluhan tersangka. Di saat yang sama, sepeda motor hasil curian juga dikembalikan langsung kepada korban tanpa biaya, sehingga penanganan perkara tidak berhenti pada penindakan pelaku semata.

Langkah tersebut dinilai memberi nilai tambah karena menghadirkan pemulihan bagi masyarakat yang menjadi korban. Jatanras juga disebut melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku yang melawan dengan senjata tajam maupun bom ikan, namun tetap dalam koridor prosedur hukum yang berlaku.

Ketua DPD LPKAN Indonesia Provinsi Jawa Timur, Mohammad Syarifudin Abdillah SH MH, menilai rangkaian capaian itu menunjukkan kerja kepolisian yang efektif di lapangan. Ia menilai masyarakat mulai merasakan perubahan ketika jaringan pelaku menyempit dan aksi kejahatan makin sulit bergerak bebas.

Dorongan agar diterapkan lebih luas

Berdasarkan capaian tersebut, DPD LPKAN Indonesia Jatim mendorong agar pola Operasi Sikat Semeru bisa dijadikan tambahan standar operasional prosedur bagi Ditreskrimum Polda di seluruh Indonesia. Dorongan itu lahir dari keyakinan bahwa praktik yang berjalan di Jawa Timur dapat memperkuat respons daerah lain terhadap kejahatan jalanan.

Lembaga itu juga meminta publikasi data kriminalitas 3C dilakukan setiap triwulan, baik di tingkat Polda maupun Mabes Polri. Transparansi data dinilai penting agar publik bisa ikut memantau perkembangan penanganan kejahatan secara lebih terbuka.

Di sisi lain, sinergi lintas sektor juga dinilai perlu diperkuat. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan komunitas ojek online dianggap penting untuk memetakan titik rawan sekaligus membangun sistem peringatan dini terhadap potensi kejahatan jalanan.

Abdillah menegaskan DPD LPKAN Indonesia Jatim siap menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi Polda Jatim. Ia menilai keamanan Jawa Timur adalah tanggung jawab bersama, sehingga capaian yang sudah terlihat perlu terus dikawal agar tidak berhenti di tengah jalan.

Source: analisapublik.id
Exit mobile version