Kasus Pertama Hantavirus Di Israel Memicu Pemantauan Ketat Atas Strain Eropa

Kasus hantavirus di Israel kembali menyorot perhatian pada cara virus ini menyebar dan jenis strain yang terlibat. Yang membuat temuan ini menonjol bukan hanya karena jumlah kasusnya masih sangat jarang di Israel, tetapi juga karena pasien yang terinfeksi disebut membawa strain asal Eropa.

Pasien tersebut saat ini dilaporkan stabil dan tidak membutuhkan perawatan intensif maupun isolasi ketat. Meski begitu, pemantauan medis tetap berjalan dan kasusnya telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan Israel.

Kabar ini bermula setelah pasien datang mencari pertolongan medis dengan gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus. Pemeriksaan antibodi dilakukan lebih dulu setelah gejala muncul, lalu hasilnya menunjukkan adanya paparan virus tersebut.

Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan dengan tes PCR untuk mencari materi genetik virus. Hasil tes inilah yang kemudian mengonfirmasi bahwa infeksi hantavirus memang terjadi.

Identitas pasien, tempat tinggal, dan rumah sakit yang menangani belum dipublikasikan. Karena itu, informasi yang tersedia sejauh ini lebih banyak berfokus pada hasil laboratorium dan kondisi klinis pasien.

Strain Eropa jadi perhatian

Jenis virus yang ditemukan menjadi salah satu alasan kasus ini diperhatikan lebih luas. Pasien di Israel diketahui terinfeksi strain Eropa, bukan strain Andes dari Amerika Selatan yang saat ini ikut menjadi sorotan.

Perbedaan strain ini penting karena jalur penularan hantavirus tidak selalu sama. Sebagian besar strain hantavirus umumnya menyebar dari hewan pengerat ke manusia.

Berbeda dengan itu, strain Andes dinilai lebih berbahaya karena dalam kasus yang sangat langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama. Itulah sebabnya penemuan strain tertentu ikut memengaruhi tingkat kewaspadaan otoritas kesehatan.

Kasus langka, tetapi bukan yang pertama di Israel

Meski jarang dilaporkan, hantavirus bukan hal yang sama sekali baru di Israel. Sekitar satu dekade lalu, beberapa warga Israel juga diduga tertular saat bepergian ke Amerika Selatan.

Karena itu, temuan terbaru ini lebih dilihat sebagai pengingat bahwa paparan bisa muncul lewat perjalanan ke wilayah lain. Dalam kasus sekarang, dugaan penularan justru dikaitkan dengan keberadaan pasien di wilayah Eropa Timur beberapa bulan lalu.

Waspada di tengah pemantauan global

Perhatian terhadap hantavirus juga meningkat karena adanya wabah lain yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius. Sejumlah negara kini melacak penumpang yang turun dari kapal sebelum kapal itu berlabuh di Tanjung Verde.

Pelacakan dilakukan untuk memastikan para penumpang tidak mengalami gejala dan tidak menularkan virus kepada orang lain. Hingga kini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dalam wabah di kapal tersebut, termasuk pasangan lansia asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Total ada delapan kasus terkonfirmasi maupun dugaan kasus yang berkaitan dengan pelayaran itu. Salah satunya adalah seorang warga Swiss yang kini dirawat di rumah sakit di Zurich.

Kapal tersebut membawa sekitar 147 penumpang dan kru dari 23 negara. Perjalanannya dimulai dari Ushuaia di selatan Argentina, lalu melewati Antartika dan sejumlah pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Setelah beberapa kasus gangguan pernapasan berat muncul di atas kapal, kapal itu akhirnya berlabuh di dekat Praia, Tanjung Verde. Namun para penumpang tidak diizinkan turun dari kapal pada saat itu.

Pada Rabu, tiga pasien dievakuasi dari kapal, dan dua di antaranya disebut dalam kondisi serius. Setelah itu kapal melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary setelah Spanyol mengizinkan kapal bersandar karena alasan medis dan kemanusiaan.

WHO menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum masih rendah. Organisasi itu juga menyatakan belum ada bukti bahwa virus menyebar melalui kontak sehari-hari biasa.

CDC Amerika Serikat turut memantau warga AS yang berada di kapal atau memiliki kaitan dengan perjalanan tersebut sebagai bagian dari pelacakan kontak. Di tengah rangkaian peristiwa ini, kasus di Israel menambah perhatian terhadap hantavirus, terutama karena jalur penularan dan jenis strain yang terlibat bisa berbeda-beda.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button