Kastil Arundel punya daya tarik yang tidak biasa karena masih menjalankan dua peran sekaligus. Di satu sisi, bangunan ini tetap menjadi kediaman keluarga bangsawan; di sisi lain, ia terbuka sebagai tujuan wisata yang ramai di West Sussex.
Kombinasi itu membuat Arundel menonjol di antara banyak kastil tua di Inggris. Pengunjung datang bukan hanya untuk melihat bangunan bersejarah, tetapi juga untuk merasakan suasana tempat yang masih hidup sebagai rumah aristokrat.
Rumah bangsawan yang tetap bisa dikunjungi
Hingga sekarang, Kastil Arundel masih menjadi kediaman Duke of Norfolk dan keluarganya. Keluarga Howard telah menetap di sana selama ratusan tahun, sehingga kastil ini terus terkait erat dengan sejarah salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh di Inggris.
Status tersebut membuat Arundel terasa berbeda dari kastil yang hanya berfungsi sebagai situs sejarah. Sebagian besar areanya tetap dibuka untuk umum, sehingga wisatawan bisa masuk ke ruang-ruang yang biasanya identik dengan kehidupan bangsawan.
Di dalamnya, pengunjung dapat melihat aula besar, koleksi seni, perpustakaan, dan sejumlah ruangan mewah bergaya aristokrat Inggris. Kehadiran fungsi hunian dan fungsi wisata dalam satu tempat memberi karakter yang sangat khas pada kastil ini.
Jejak benteng Norman yang berubah jadi simbol kekuasaan
Akar sejarah Arundel berawal dari akhir abad ke-11, tidak lama setelah Penaklukan Norman di Inggris. Roger de Montgomery, salah satu bangsawan pendukung William sang Penakluk, mendirikan benteng awal di lokasi yang dinilai strategis untuk mempertahankan wilayah sekitar.
Pada masa awal, bentuknya adalah motte-and-bailey. Benteng kayu itu kemudian diganti dengan struktur batu yang lebih kuat dan lebih megah, lalu berkembang menjadi salah satu kastil abad pertengahan penting di Inggris.
Perubahan itu tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga mengangkat posisi Arundel sebagai simbol kekuasaan pada masanya. Dari benteng militer, tempat ini tumbuh menjadi bangunan yang mewakili pengaruh dan status.
Pernah rusak berat saat perang saudara
Sejarah panjang Arundel juga menyimpan masa-masa sulit. Pada abad ke-17, kastil ini mengalami kerusakan besar saat English Civil War, ketika pihak Royalis dan Parlemen Inggris terlibat konflik.
Arundel sempat dikepung dan menjadi salah satu lokasi pertempuran yang merusak beberapa bagian bangunan dengan cukup parah. Setelah perang selesai, sebagian area kastil sempat terbengkalai untuk beberapa waktu.
Pemugaran besar baru dilakukan pada abad berikutnya untuk mengembalikan kemegahan kastil. Jejak kerusakan akibat perang tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Arundel hingga kini.
Taman yang memperkuat pesona kunjungan
Selain bangunan utamanya, Arundel juga dikenal karena taman-tamannya yang luas dan tertata indah. Salah satu area yang paling populer adalah Collector Earl’s Garden, yang dipenuhi bunga warna-warni dan rancangan taman klasik.
Taman ini paling menarik perhatian pada musim semi dan musim panas. Latar kastil batu besar membuat suasananya tampak seperti negeri dongeng dan menjadi alasan banyak wisatawan datang khusus untuk menikmati lanskapnya.
Perpaduan arsitektur megah dan taman yang rapi menjadikan Arundel mudah dikenali. Nuansa elegan itu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi paling menarik di Inggris selatan.
Populer di layar film dan televisi
Kemegahan Arundel juga membuatnya sering dipilih sebagai lokasi syuting film dan serial televisi. Arsitektur abad pertengahannya yang autentik memberi latar yang cocok untuk produksi bertema sejarah maupun fantasi.
Interior dan halamannya menghadirkan nuansa klasik yang sulit ditemukan di tempat lain. Karena itu, Arundel tidak hanya dikenal oleh wisatawan, tetapi juga oleh penonton film dan dokumenter yang pernah melihat tampilannya di layar.
Dari benteng Norman hingga rumah bangsawan modern, Kastil Arundel memperlihatkan bagaimana sebuah warisan abad pertengahan bisa bertahan sebagai ruang hidup, ruang wisata, dan ruang budaya sekaligus. Di tengah perubahan zaman, pesona sejarahnya tetap terjaga dan terus menarik perhatian.
Source: www.idntimes.com




