Aksi keras Fadly Alberto Hengga di lapangan kembali menyeret perhatian publik sepak bola, kali ini bukan karena gol atau perkembangan kariernya, melainkan karena insiden yang dinilai berbahaya. Video yang beredar luas memperlihatkan pemain muda Bhayangkara FC U-20 itu melakukan tendangan ke arah pemain Dewa United U-20 dalam laga Elite Pro Academy, dan momen tersebut langsung memunculkan gelombang kritik.
Sorotan terhadap Fadly menjadi makin besar karena namanya sebelumnya pernah masuk jajaran talenta muda yang dipandang punya masa depan cerah. Dalam satu waktu, citra itu berhadapan dengan kemarahan publik yang menilai tindakan di lapangan tidak sejalan dengan pembinaan sepak bola usia muda.
Dari pahlawan muda ke sorotan publik
Fadly Alberto Hengga dikenal sebagai penyerang muda asal Timika, Papua. Namanya mencuat saat memperkuat Timnas Indonesia U-17 dan tampil menonjol dalam skema pelatih Nova Arianto.
Puncak perhatian publik datang ketika ia mencetak gol penting ke gawang Honduras di Piala Dunia U-17. Gol itu membantu Indonesia menang 2-1 dan meraih tiga poin pertama di turnamen tersebut.
Momen itu menjadi makin berkesan karena Indonesia berada satu grup dengan Brasil dan Zambia yang dikenal kuat di level usia muda. Dalam catatan perjalanan tim, kontribusi Fadly ikut tercantum sebagai bagian dari pencapaian bersejarah Garuda.
Insiden di Elite Pro Academy memicu reaksi keras
Gambaran positif itu berubah setelah pertandingan Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy. Berdasarkan rekaman yang tersebar, emosi pertandingan memuncak setelah tim tuan rumah mengalami kekalahan.
Dalam video tersebut, Fadly terlihat berlari lalu melayangkan tendangan keras ke arah punggung bagian atas lawan. Arah gerakan itu bahkan nyaris mengenai bagian kepala belakang, sebelum pemain Dewa United U-20 tersungkur di lapangan.
Aksi itu segera menuai kecaman dari berbagai pihak. Banyak warganet menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan lawan dan tidak layak terjadi dalam kompetisi yang digelar untuk pembinaan pemain muda.
Posisi karier yang ikut dipertanyakan
Kasus ini membuat perjalanan karier Fadly berubah cepat dalam waktu singkat. Sosok yang sebelumnya dipandang sebagai salah satu aset masa depan sepak bola Indonesia kini justru berada di tengah kritik tajam.
Situasi tersebut terasa makin kontras karena Fadly baru saja dipanggil mengikuti pemusatan latihan intensif bersama skuad U-20 di Surabaya. Agenda itu dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 15 Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN Boys U-19 Championship dan Kualifikasi AFC U-20 Asian Cup 2027.
Pemanggilan itu sempat menunjukkan bahwa jalur perkembangan Fadly sedang bergerak ke arah yang positif. Namun, insiden di lapangan kemudian memunculkan pertanyaan serius soal disiplin dan kemampuan menjaga kepercayaan tim nasional.
Publik menunggu langkah Komdis PSSI
Setelah video tersebut beredar, tekanan terhadap PSSI ikut meningkat. Sejumlah warganet mendesak Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berat, bahkan ada yang meminta larangan bermain seumur hidup.
Desakan itu muncul karena banyak pecinta sepak bola menilai pembinaan usia muda harus dijaga dari tindakan kasar. Elite Pro Academy sendiri dirancang PSSI untuk membentuk kemampuan teknis sekaligus kematangan mental calon pemain masa depan Indonesia.
Karena itu, keputusan federasi akan sangat menentukan arah kelanjutan karier Fadly. Jika pelanggaran dinilai berat, peluangnya untuk kembali tampil di level kompetitif bisa semakin sulit.
Kasus Fadly menjadi pengingat bahwa reputasi besar di usia muda tidak otomatis aman jika disiplin tidak terjaga. Dalam sepak bola pembinaan, satu tindakan yang dianggap melanggar sportivitas bisa langsung mengubah pandangan publik dan mengguncang masa depan pemain.
Source: www.suara.com




