Kanada Isolasi Tiga Warganya, Ancaman Hantavirus Di MV Hondius Masih Diawasi Ketat

Pemantauan terhadap penumpang MV Hondius kini menjadi perhatian besar setelah klaster hantavirus Andes di kapal pesiar itu menewaskan tiga orang. Meski risiko kesehatan masyarakat global masih dinilai rendah, otoritas tetap bergerak cepat karena virus ini memiliki masa inkubasi panjang dan dalam situasi tertentu dapat menular antarmanusia.

Di Kanada, tiga warga ditempatkan dalam isolasi mandiri di Ontario dan Quebec. Langkah itu diambil untuk memastikan tidak ada gejala yang muncul serta menekan kemungkinan penyebaran lebih jauh.

Kasus ini ikut menyita perhatian karena Organisasi Kesehatan Dunia telah mengonfirmasi delapan infeksi hantavirus Andes dalam klaster yang sama. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa masa inkubasi virus Andes dapat mencapai enam minggu.

Tedros juga menegaskan bahwa virus Andes merupakan satu-satunya hantavirus yang diketahui bisa menular antarmanusia, meski penularannya terbatas. Menurut WHO, pola penularan itu tampaknya sejalan dengan situasi yang terjadi pada klaster MV Hondius.

Di atas kapal, sekitar 150 penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing. Kapal pesiar tersebut dijadwalkan bersandar di Granadilla, Tenerife, meski jadwal itu masih dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.

Otoritas kesehatan Kanada juga menyiapkan penanganan untuk warga negara lain yang masih berada di kapal. Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, mengatakan pejabat konsuler telah dikirim ke Kepulauan Canary untuk membantu empat warga Kanada yang masih berada di MV Hondius.

Salah satu dari tiga warga Kanada yang kini diisolasi disebut tidak pernah menaiki MV Hondius. Kementerian Kesehatan Quebec menyatakan orang tersebut diduga kontak dengan penumpang yang terinfeksi saat berada dalam penerbangan internasional.

Otoritas kesehatan Quebec menegaskan kontak itu tidak terjadi dalam jarak dekat. Karena itu, risiko penularannya dinilai sangat rendah, tetapi tetap dipantau sebagai langkah pencegahan.

Kewaspadaan terhadap klaster ini muncul setelah beberapa penumpang dan kru dilaporkan terinfeksi hantavirus Andes. Tiga kematian terjadi dalam kelompok kasus yang sama, termasuk seorang pria Belanda yang meninggal pada 11 April dan istrinya yang mengalami gejala serupa lalu meninggal sehari kemudian.

Korban ketiga dilaporkan meninggal pada 2 Mei setelah mengalami gejala infeksi berat sejak 28 April. Selain itu, dua warga Kanada sebelumnya sempat turun dari kapal di Pulau St. Helena, Atlantik Selatan, hampir dua pekan lalu bersama 30 penumpang lain dari 12 negara.

Di Ontario, Menteri Kesehatan Sylvia Jones mengatakan otoritas kesehatan memantau para penumpang setiap hari agar protokol karantina dijalankan dengan baik. Pengawasan itu juga mencakup kesiapan untuk membawa pulang warga lain bila diperlukan.

Jones menyebut situasinya masih dinamis dan perkembangan akan terus dipantau. Ia memperkirakan masa pemantauan ketat dapat berlangsung hingga sekitar 30 hari ke depan.

Source: www.suara.com
Exit mobile version