Kamera f/1.4 Dan AI Yang Lebih Berguna, Samsung Galaxy S26 Ultra Masuk Indonesia Dengan Harga Premium

Samsung kembali menempatkan seri Ultra di posisi paling premium lewat Galaxy S26 Ultra yang kini hadir di Indonesia. Yang paling mencuri perhatian bukan hanya harganya, tetapi juga kamera f/1.4 dan rangkaian AI yang dirancang untuk benar-benar membantu pemakaian harian.

Di pasar Indonesia, perangkat ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan performa tinggi sekaligus fitur paling lengkap. Segmennya tampak jelas mengarah ke profesional dan power user yang ingin perangkat serba cepat, ruang simpan besar, dan hasil kamera yang lebih kuat di kondisi sulit.

Tiga varian, tiga kelas kebutuhan

Samsung merilis Galaxy S26 Ultra dalam tiga pilihan penyimpanan. Varian 12GB/256GB dijual Rp24.499.000, varian 12GB/512GB dibanderol Rp27.499.000, dan varian 16GB/1TB dipasarkan seharga Rp31.999.000.

Susunan itu menunjukkan strategi yang cukup tegas. Model 256GB lebih cocok untuk penggunaan harian dengan bantuan cloud, sedangkan 512GB dan 1TB lebih masuk akal untuk content creator, vlogger, videografer profesional, atau pengguna yang menyimpan banyak file besar di perangkat.

Fokus besar ada di kamera

Perubahan yang paling terasa berada di sektor kamera. Samsung menaikkan bukaan lensa dari f/1.7 pada S25 Ultra menjadi f/1.4 di Galaxy S26 Ultra.

Bukaan yang lebih lebar membuat sensor menangkap cahaya hingga 47% lebih banyak. Imbasnya, foto di kondisi minim cahaya berpotensi tampil lebih jernih dengan noise yang lebih terkendali.

Untuk video, Samsung juga menambahkan fitur Horizontal Lock. Fitur ini menjaga garis horizon tetap stabil meski ponsel diputar atau terguncang, sehingga hasil rekaman terlihat lebih rapi dan mendekati bantuan gimbal eksternal.

AI dibuat lebih terasa manfaatnya

Samsung menekankan bahwa AI di Galaxy S26 Ultra bukan sekadar pelengkap tampilan. Perangkat ini membawa lima fitur utama yang diarahkan agar lebih berguna dalam aktivitas sehari-hari.

Now Nudge memberi saran kontekstual secara real-time berdasarkan aktivitas pengguna. Privacy Display mendeteksi mata orang asing dan mengaburkan konten sensitif secara otomatis, sementara Automated App Action memungkinkan satu perintah suara atau gestur menjalankan rangkaian tugas lintas aplikasi.

Dua fitur lain ikut memperkuat pendekatan itu. Semantic Search membuat pencarian galeri dan dokumen lebih cerdas karena AI memahami makna kata kunci, bukan hanya nama file, sedangkan Circle to Search 3.0 hadir dengan klaim lebih cepat dan lebih akurat dalam mengenali objek di layar.

Pengisian cepat dan dukungan ekosistem

Di sisi daya, Samsung membekali Galaxy S26 Ultra dengan Super Fast Charging 3.0. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai hingga 75% dalam 30 menit.

Samsung juga menyebut optimalisasi AI membantu pengelolaan konsumsi daya secara dinamis. Tujuannya agar perangkat tetap responsif saat menjalankan aplikasi berat tanpa terasa boros energi.

Peluncuran ini turut didampingi penawaran untuk pembeli awal sepanjang Mei 2026. Program tersedia melalui samsung.com/id dan gerai Samsung Store fisik di seluruh Indonesia.

Promo awal dan aksesori pendukung

Pembeli pada periode awal bisa mendapat cashback hingga Rp3,5 juta melalui paket bundling dengan Galaxy Buds4 Series atau lewat program trade-in. Samsung menyebut total benefit bisa mencapai Rp3,9 juta bagi pembeli yang memenuhi kriteria tertentu.

Skema pembayaran juga dibuat lebih ringan dengan cicilan mulai dari Rp600 ribuan per bulan, bunga 0%, dan DP 0%. Untuk aksesori, Galaxy Buds4 Pro dijual Rp2.099.100, sementara Galaxy Buds4 standar dibanderol Rp1.199.100.

Rangkaian harga, kamera f/1.4, fitur AI yang lebih fungsional, dan pengisian cepat membuat Galaxy S26 Ultra tampil sebagai flagship yang diarahkan ke pengguna kelas atas. Di Indonesia, Samsung jelas mendorong perangkat ini bukan hanya sebagai ponsel premium, tetapi juga sebagai alat kerja dan pendukung ekosistem yang lebih lengkap.

Baca Juga

Back to top button