Honor memilih jalur yang jarang ditempuh produsen ponsel saat menyiapkan Robot Phone. Perangkat ini tidak hanya mengandalkan sensor besar dan pemrosesan gambar yang lebih cerdas, tetapi juga membawa kamera bergerak secara mekanis yang diarahkan untuk kebutuhan mobile filmmaking.
Langkah tersebut membuat Robot Phone tampil sebagai eksperimen yang lebih berani dibanding pembaruan kamera ponsel yang biasanya berlangsung bertahap. Honor menempatkan jadwal rilisnya pada kuartal ketiga 2026, di tengah pasar flagship yang sudah dipenuhi pembaruan kamera dari para pesaing besar.
Kamera 200MP dengan gerak mekanis
Pusat perhatian Robot Phone ada pada sensor utama 200MP ultra-high-res yang dipasangkan dengan gimbal motorik 3 sumbu. Honor menyebut pendekatan ini sebagai sistem 4DoF first-in-industry, karena modul kamera bisa bergerak secara mekanis untuk membantu stabilisasi sekaligus framing.
Agar bodi tetap ramping, Honor memakai motor mikro khusus yang diklaim 70 persen lebih kecil dibanding modul standar. Keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar kemampuan kamera, tetapi juga berusaha menjaga desain ponsel tetap praktis untuk penggunaan harian.
Berbeda dari stabilisasi yang bekerja diam di balik bodi, kamera pada Robot Phone juga bisa memberi umpan balik visual saat dipakai. Dalam penggunaan tertentu, modul itu dapat terlihat “mengangguk” atau “berguncang” sebagai bagian dari arahan yang dipandu AI kepada pengguna.
AI tracking jadi inti pengalaman
Honor menempatkan AI tracking sebagai salah satu pembeda utama perangkat ini. Fitur tersebut dirancang untuk mengunci subjek secara otomatis dan menjaga framing tetap mengikuti gerakan secara real-time.
Pendekatan itu membuat proses merekam terasa lebih aktif dibanding kamera ponsel biasa. Honor juga menyertakan Arri Image Science untuk pengaturan warna kelas profesional dan pengelolaan highlight, sehingga perangkat ini tidak hanya mengandalkan gerak kamera, tetapi juga kualitas pengolahan gambar.
Ada pula fitur AI SpinShot yang memungkinkan rotasi bermotor 90 derajat atau 180 derajat. Fungsi ini ditujukan untuk transisi sinematik yang lebih stabil saat perangkat digunakan dengan satu tangan.
Bukan sekadar ponsel biasa
Kombinasi sensor besar, gimbal mekanis, dan AI tracking membuat Robot Phone terasa lebih dekat ke alat perekam video khusus daripada smartphone konvensional. Karena itu, Honor menempatkannya di ranah mobile filmmaking, bukan hanya fotografi ponsel.
Perangkat ini sempat diperlihatkan secara langsung di Cannes Film Festival. Sebelumnya, publik hanya bisa melihatnya dalam kondisi hands-off pada ajang CES dan MWC, sehingga kemunculan di Cannes memberi kesempatan bagi sejumlah tamu untuk mencobanya langsung.
Masuk ke periode peluncuran yang padat
Jadwal rilis kuartal ketiga 2026 menempatkan Honor di periode yang sangat kompetitif. iPhone 18 Pro disebut akan debut pada September 2026 dengan fokus pada chip A20 Pro, pemrosesan gambar yang ditingkatkan, dan kamera utama 48MP dengan variable aperture.
Di sekitar waktu yang sama, Pixel 11 series diperkirakan hadir pada Agustus dengan Tensor G6 yang lebih efisien serta fitur foto dan video berbasis AI yang lebih banyak. Dengan posisi itu, Robot Phone akan berhadapan langsung dengan pembaruan kamera paling penting dari dua lini flagship besar.
Honor juga tampak tidak berhenti di pasar smartphone. Perusahaan ini disebut ikut menantang kategori kamera saku, terutama ranah yang selama ini diisi DJI Osmo Pocket series seperti Osmo Pocket 4 dan Osmo Pocket 4P.
Tantangan dari kamera yang bergerak
Meski ide kamera bergerak terlihat menjanjikan, mekanisme fisik seperti ini tetap membawa risiko. Komponen yang bergerak harus membuktikan ketahanan untuk pemakaian harian, sementara bodi smartphone tetap harus menjaga keandalan di tengah kompleksitas perangkat.
Di sisi lain, arah produk Honor sudah jelas mengarah ke pengalaman yang berbeda dari evolusi kamera ponsel yang biasanya bergerak lambat. Dengan motion control yang lebih robotic dan color science kelas sinema, Robot Phone mencoba menawarkan pendekatan hardware-stabilized yang lebih agresif.
Persaingan di segmen ini juga mulai memanas dari arah lain. Vivo dan Oppo dilaporkan sedang mengembangkan pesaing langsung untuk Osmo Pocket series, dengan rencana peluncuran pada akhir 2026.
Source: www.notebookcheck.net




