Di balik ukuran yang nyaris seukuran saku, sebuah komputer mini berbasis ESP32 berhasil menarik perhatian karena kemampuannya yang tidak biasa. Perangkat ini bukan hanya bisa dipakai untuk bermain gim klasik, tetapi juga terhubung ke internet dan menjalankan chat AI suara.
Wujudnya pun ikut mencuri perhatian karena dirakit di dalam kaleng Altoids. Pilihan wadah logam kecil itu membuat perangkat tampil seperti proyek maker yang ringkas, tetapi tetap fungsional sebagai komputer mini dengan layar mungil dan keyboard rakitan tangan.
Laptop mini dari kaleng mint
Proyek ini dipamerkan oleh pengguna Reddit bernama SuperRadMaker di subreddit ESP32. Alih-alih tampil seperti konsol kecil, perangkat tersebut dibuat dalam format laptop mini dengan memanfaatkan bagian dasar dan tutup kaleng sebagai fondasi utama.
Layar kecil dipasang bersama keyboard buatan tangan agar perangkat bisa digunakan layaknya komputer portabel sungguhan. Meski ukurannya sangat terbatas, susunan komponen itu membuatnya terlihat lebih seperti perangkat kerja mini daripada sekadar pajangan elektronik.
Kaleng Altoids sendiri bukan pilihan yang asing di komunitas perakit elektronik. Wadah seperti ini memang sering dipakai untuk proyek kecil karena bentuknya kompak dan mudah dijadikan rumah bagi rangkaian elektronik sederhana.
Bisa menjalankan DOOM dan emulator klasik
Daya tarik terbesar perangkat ini ada pada kemampuannya menjalankan DOOM melalui port PrBoom. Pencapaian seperti ini kembali menunjukkan betapa sering gim legendaris itu dijadikan pembuktian di perangkat yang tidak lazim.
Fungsi hiburannya tidak berhenti di sana. Komputer mini ini juga mendukung emulator NES berbasis fork nofrendo, serta emulator Game Boy dan Game Boy Color lewat gnuboy.
Dengan dukungan itu, perangkat berbasis ESP32 ini tidak sekadar menjadi demo teknis. Ia juga berubah menjadi mesin gim retro berukuran saku yang masih punya nilai pakai untuk penggemar permainan klasik.
Terhubung ke internet dan punya mode suara
Selain untuk gim, perangkat ini juga dapat memutar radio internet lewat WiFi. Layanan yang disebut termasuk SomaFM dan aliran HTTP Icecast, sehingga kegunaannya melampaui eksperimen pamer kemampuan perangkat kecil.
Ada juga mode chat AI bernama “ask” yang menjadi salah satu fitur paling unik. Dalam mode ini, perangkat terhubung ke Grok AI chat melalui xAI API dan membalas lewat suara sintetis yang keluar dari speaker.
Kombinasi layar, koneksi nirkabel, dan respons suara membuat perangkat ini terasa seperti laboratorium mini dalam satu kotak kecil. Semua fungsi itu berjalan dalam ruang yang sangat sempit, tetapi tetap dikemas sebagai perangkat yang bisa dipakai secara nyata.
Daya tarik di komunitas maker
Proyek seperti ini memang mudah menarik perhatian karena memadukan kreativitas dengan keterbatasan ruang. Setiap komponen harus ditata cermat agar layar, tombol, dan sistem utama tetap muat di dalam kaleng yang ukurannya sangat kecil.
Respons di Reddit menunjukkan bahwa eksperimen semacam ini masih punya tempat kuat di komunitas maker. Beberapa pengguna bahkan langsung menanyakan apakah perangkat itu bisa menjalankan DOOM, dan jawaban tersebut sudah disiapkan oleh pembuatnya sejak awal.
SuperRadMaker juga disebut memiliki video yang menampilkan proyek kecil ini di kanal YouTube miliknya. Melalui video itu, cara kerja komputer berbasis ESP32 di dalam kaleng Altoids tersebut bisa terlihat lebih jelas dalam penggunaan nyata.
Pada akhirnya, proyek ini memperlihatkan bahwa perangkat mungil tidak harus identik dengan fungsi yang terbatas. Selama ada layar, keyboard, WiFi, dan kreativitas, sebuah kaleng mint pun bisa berubah menjadi laptop mini yang menjalankan DOOM dan chat AI suara.
Source: www.xda-developers.com