Kadin Soroti AI dan Ekonomi Digital, Perluasan Kerja Dinilai Jadi Penahan Guncangan Pekerja

Gelombang perubahan di dunia usaha membuat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menempatkan perluasan lapangan kerja sebagai isu paling mendesak. Organisasi ini menilai penciptaan kerja baru menjadi cara paling nyata untuk menjaga daya tahan pekerja di tengah percepatan ekonomi digital dan kecerdasan buatan.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan dunia usaha dan pekerja perlu bergerak seiring. Ia mendorong para pelaku usaha memperluas kesempatan kerja agar lebih banyak tenaga kerja dapat terserap.

Di tengah peringatan May Day yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan diikuti sekitar 200.000 pekerja, Kadin melihat isu ketenagakerjaan tidak bisa ditunda. Bagi organisasi dunia usaha itu, pembukaan peluang kerja baru menjadi agenda yang paling relevan ketika kebutuhan pasar tenaga kerja terus berubah.

Daya beli dan stabilitas sosial

Kadin memandang penyerapan tenaga kerja memiliki dampak langsung pada daya beli masyarakat. Perluasan pekerjaan juga dinilai bisa memperkuat stabilitas sosial dan menjaga keberlanjutan usaha.

Anindya menekankan bahwa kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan bisnis saling berkaitan. Perusahaan yang bertumbuh dapat membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan pekerja, sementara pekerja yang produktif akan membuat perusahaan semakin kuat.

Hubungan industrial yang lebih kolaboratif

May Day juga dipandang Kadin sebagai momentum untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan produktif. Hubungan antara pekerja dan pemberi kerja, menurut Kadin, perlu dibangun lewat kolaborasi, bukan sekadar relasi formal di tempat kerja.

Karena itu, Kadin mendorong peningkatan produktivitas, pengembangan keterampilan, dan adopsi teknologi. Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja tetap relevan dengan kebutuhan industri yang berubah cepat.

Tekanan perubahan itu terasa makin besar seiring berkembangnya ekonomi digital dan artificial intelligence atau AI. Kadin menilai pekerja harus terus beradaptasi supaya tidak tertinggal dari kebutuhan sektor usaha yang bergerak lebih cepat.

Pekerja sebagai mitra strategis

Anindya memandang pekerja tidak layak ditempatkan hanya sebagai faktor produksi. Dalam pandangan Kadin, pekerja adalah sumber daya manusia yang menentukan kemampuan perusahaan menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan kemajuan perusahaan tidak mungkin tercapai tanpa kontribusi SDM yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perubahan. Karena itu, Kadin menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar pilihan tambahan.

Dukungan untuk langkah pemerintah

Kadin juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato May Day. Sejumlah kebijakan seperti peningkatan upah minimum, perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan pelatihan vokasi dinilai saling melengkapi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Organisasi dunia usaha itu turut menilai bantuan subsidi upah, insentif pajak, pembangunan rumah bagi pekerja, dan perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai langkah konkret yang perlu didukung bersama. Kadin memandang kebijakan tersebut dapat memperkuat perlindungan pekerja sekaligus menjaga iklim usaha tetap sehat.

Di tengah tantangan global, Kadin berharap peringatan May Day tetap berlangsung damai dan konstruktif. Organisasi ini menilai iklim usaha yang kondusif penting agar investasi terus tumbuh dan lapangan kerja semakin terbuka bagi lebih banyak tenaga kerja.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button