Kacamata Murah Seharga Kurang Dari Dua Dolar Ini Membuka Jalan Baru Bagi Warga Miskin India

Di banyak permukiman miskin di India, masalah penglihatan bukan sekadar soal tidak nyaman. Bagi sebagian warga, gangguan mata membuat mereka sulit membaca, bekerja, dan menjalani aktivitas paling dasar dengan mandiri.

Sebuah layanan kacamata murah kini menjadi salah satu jalan tercepat untuk mengubah keadaan itu. Dengan pemeriksaan mata sederhana, kacamata korektif, dan layanan yang dibawa langsung ke komunitas, banyak warga mendapatkan kembali kemampuan yang selama ini hilang.

Layanan yang datang langsung ke warga

Di kawasan miskin Salia Sahi, tim teknisi mendirikan kamp layanan di bawah terpal. Di lokasi itu, warga menjalani pemeriksaan mata, tes penglihatan, lalu memilih dan memasang kacamata sesuai kebutuhan.

Banyak peserta keluar dari sesi layanan sambil berkedip-kedip, seolah baru melihat detail yang selama ini samar. Salah satu yang merasakan perubahan itu adalah Minati Rout, pemilik toko berusia 43 tahun.

Setelah menjalani tes sederhana dengan kacamata baru, Minati bisa membaca huruf kecil dan memasukkan benang ke jarum. Dua hal yang sebelumnya terasa sulit itu kini dapat ia lakukan dengan lebih mudah.

Perubahan kecil, dampak besar

Pengalaman serupa dialami Tofan Jena, pedagang sayur berusia 49 tahun di Bhubaneswar. Setelah memakai kacamata, ia untuk pertama kalinya bisa melihat sekeliling dengan jelas dan membaca huruf-huruf kecil di layar ponselnya.

Bagi Jena, pemeriksaan mata pertamanya berakhir dengan sepasang kacamata korektif yang biayanya kurang dari dua dolar. Ia pulang dengan keyakinan baru bahwa ia bisa membaca, menulis, dan melihat jarak jauh dengan lebih baik.

Kacamata itu dirakit dari lensa yang berasal dari China dan rangka buatan India dari kawat logam. Proses perakitannya hanya memakan waktu sekitar 10 menit, sehingga layanan bisa dijalankan cepat di lapangan.

Masalah yang jauh lebih luas dari satu kamp layanan

Kasus seperti Jena bukan hal yang berdiri sendiri. Organisasi Kesehatan Dunia mencatat ada satu miliar orang yang hidup dengan gangguan penglihatan tanpa kemampuan untuk mengobatinya.

Di India, beban itu sangat besar. International Agency for the Prevention of Blindness memperkirakan negara tersebut kehilangan produktivitas senilai $30 miliar akibat penyakit mata yang sebenarnya bisa dicegah atau disembuhkan.

GoodVision mencoba menjawab persoalan itu dengan membawa layanan langsung ke komunitas miskin. Lembaga ini bekerja di 12 negara, termasuk India, dan memperkirakan sekitar 550 juta orang di India membutuhkan kacamata sementara 250 juta lainnya belum memiliki akses.

Mengapa banyak warga terlambat ditangani

Di banyak wilayah, hambatannya bukan hanya biaya. Optometris Gopinath Das mengatakan banyak warga desa tidak punya akses ke perawatan mata dan bahkan tidak sadar bahwa mereka memiliki gangguan penglihatan.

Di kota kecil Maniabandha, sekitar dua jam berkendara dari Bhubaneswar, pasien menunggu di kursi plastik untuk mendapat layanan serupa. Bagi Das, kamp komunitas menjadi penting karena menjangkau warga yang kerap luput dari layanan kesehatan publik.

Piush Khetan, direktur India untuk GoodVision, mengatakan layanan yang diberikan mencakup skrining mata gratis, kacamata bagi yang membutuhkan, dan operasi katarak. Menurut dia, kamp semacam ini menjangkau lebih dari 400 permukiman dan desa miskin setiap bulan.

Operasi masih menyisakan tantangan

Meski kacamata bisa membantu banyak orang dalam waktu singkat, tidak semua masalah mata selesai di tahap itu. Di Maniabandha, delapan pasien dibawa ke Vision Care Hospital di Bhubaneswar untuk menjalani operasi katarak.

Namun, meyakinkan pasien untuk menjalani operasi tetap menjadi tantangan. Direktur rumah sakit, Srimant Kumar Mishra, mengatakan stigma sosial masih kuat, sementara sebagian pasien menganggap penurunan penglihatan di usia tua sebagai hal yang wajar.

GoodVision menilai edukasi sama pentingnya dengan pelayanan medis. Khetan mengatakan pihaknya berfokus memberi informasi dan meyakinkan warga agar memahami pentingnya merawat mata sejak dini.

Maryline Ehlermann, perwakilan GoodVision di Prancis, menyebut perawatan mata sebagai investasi yang sangat menguntungkan. Ia merujuk studi yang memperkirakan bahwa jika satu miliar orang dengan masalah penglihatan yang bisa disembuhkan mendapat perawatan, dampaknya dapat menghasilkan $447 miliar per tahun bagi ekonomi global.

Di India, kebutuhan itu tetap sangat besar karena negara ini merupakan yang terpadat di dunia sekaligus salah satu yang paling timpang. Dalam kondisi seperti itu, kacamata murah dan layanan keliling menjadi cara paling langsung untuk membantu warga melihat, bekerja, dan hidup lebih mandiri.

Exit mobile version