Di pasar mobil keluarga murah, harga sering menjadi senjata utama. Nissan Grafit datang dengan banderol mulai Rp105 jutaan dan langsung menempatkan dirinya di jalur yang sama dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.
Yang membuatnya menarik bukan hanya angka di label harga. Grafit juga membawa format MPV 7 penumpang, fitur yang cukup lengkap, dan pendekatan efisiensi yang jelas menyasar keluarga muda atau pengguna harian yang butuh ruang lebih lega.
Strategi harga yang agresif sejak awal
Nissan meluncurkan Grafit di India pada Februari 2026 dan langsung memberi harga spesial untuk 1.001 konsumen pertama. Harga dasarnya dimulai dari 5,65 lakh rupee atau sekitar Rp105 jutaan, sehingga posisinya terasa sangat sensitif di segmen mobil terjangkau.
Selain itu, Nissan menyiapkan keuntungan tambahan untuk 5.000 pemesan awal. Program tersebut mencakup gratis biaya perawatan selama lima tahun, bantuan pembiayaan kendaraan, dan program upgrade mobil.
Ada juga edisi peluncuran terbatas sebanyak 1.001 unit. Varian ini mendapat beberapa tambahan seperti audio JBL, ambient lighting, dan dashcam dual channel untuk memperkuat daya tarik sejak hari pertama.
Tiga baris, tujuh penumpang, dan kabin yang dibuat praktis
Grafit hadir sebagai MPV tiga baris yang menonjolkan fungsi keluarga. Konfigurasi tujuh penumpang menjadi nilai jual utama, apalagi Nissan menekankan kabin yang fleksibel dan praktis untuk penggunaan harian.
Bangku baris kedua bisa digeser dan direbahkan. Lantai kabin juga dibuat relatif rata agar ruang kaki terasa lebih lapang dan akses penumpang lebih mudah.
Di dalam kabin, dashboard dibuat sederhana tetapi tetap fungsional. Nissan tetap mempertahankan tombol fisik untuk pengaturan AC, sesuatu yang biasanya masih disukai saat mobil dipakai harian.
Pada varian tertinggi, Grafit dibekali head unit layar sentuh 8 inci dan panel instrumen digital 7 inci. Di kelas harga Rp100 jutaan, kombinasi ini membuatnya terlihat cukup ambisius.
Fitur kenyamanan dan keselamatan yang menonjol di kelasnya
Kelengkapan lain yang tersedia mencakup wireless charger, cruise control, push start button, ventilasi AC belakang, kamera mundur, sensor parkir, dan connected car. Paket ini memberi kesan bahwa Grafit ingin tampil lebih dari sekadar MPV murah biasa.
Di sektor keselamatan, Nissan memasang enam airbag, electronic stability control, ABS dengan EBD, hill start assist, dan tire pressure monitoring system atau TPMS. Untuk kelas mobil keluarga terjangkau, daftar fitur itu cukup menonjol.
Paket keselamatan tersebut ikut memperkuat posisi Grafit sebagai penantang serius. Di segmen harga seperti ini, kelengkapan semacam itu masih belum selalu menjadi standar kuat.
Mesin kecil untuk efisiensi harian
Di balik kap mesin, Grafit menggunakan mesin 1.0 liter naturally aspirated tiga silinder. Tenaganya 72 dk dengan torsi 96 Nm, lalu dipadukan dengan transmisi manual lima percepatan dan automated manual transmission atau AMT.
Nissan tampak tidak mengejar performa besar. Arah pengembangannya justru fokus pada efisiensi bahan bakar untuk mobilitas sehari-hari.
Konsumsi bahan bakar yang diklaim mencapai 19,3 kilometer per liter untuk versi manual. Sementara itu, versi AMT disebut mampu mencatat 19,6 kilometer per liter.
Ada pula kabar bahwa Nissan sedang menyiapkan opsi CNG dual silinder khusus varian manual. Jika opsi itu hadir lebih luas, biaya operasionalnya bisa makin menarik bagi keluarga.
Platform efisien dan tampilan yang tidak dibuat terlalu sederhana
Grafit memakai platform CMF yang juga digunakan Renault Triber. Basis ini membantu menekan biaya produksi lewat tingkat lokalisasi yang tinggi.
Secara desain, Nissan berusaha menjauh dari kesan mobil murah yang terlalu polos. Posturnya dibuat tinggi dan tegap agar kabin lebih optimal sekaligus tetap proporsional sebagai MPV keluarga.
Bagian depan menampilkan lampu LED berbentuk huruf C, grille besar, bumper berotot, roof rail, dan pelek alloy. Di belakang, garis desain dibuat tegas dengan lampu bergaya modern agar tampilannya tetap segar di mata pembeli.
Pendekatan visual seperti ini penting karena pembeli di segmen terjangkau kini tidak hanya melihat fungsi. Tampilan modern ikut berperan besar, terutama saat model baru harus berhadapan langsung dengan nama yang sudah lebih dulu dikenal pasar.





