Menjelang Idul Adha, perhatian terhadap proses penyembelihan kurban tidak berhenti pada urusan teknis semata. Di Padang, UPT Halal Universitas Negeri Padang memilih memperkuat kesiapan juru sembelih agar pelaksanaan kurban tetap sah menurut syariat, sekaligus memenuhi unsur sehat, aman, dan halal.
Langkah itu diwujudkan lewat bimbingan teknis khusus yang digelar bersama Dewan Masjid Indonesia Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Kota Padang. Kegiatan berlangsung pada Sabtu–Ahad (23–24/5/2026) di UPT Halal UNP dan Rumah Potong Hewan Aia Pacah.
Pelatihan untuk kebutuhan lapangan
Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus masjid hingga masyarakat umum yang berpeluang terlibat dalam penyembelihan hewan kurban. Mereka dibekali dasar-dasar fiqih penyembelihan, teknik penyembelihan, etika dan higienitas penyembelihan, serta praktik langsung di RPH Aia Pacah.
Selain keterampilan teknis, peserta juga menerima sertifikat resmi dari UPT Halal UNP. Pembekalan tersebut dilengkapi dengan penerapan sanitasi ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, sebagai standar yang perlu dipahami dalam proses penyembelihan.
Sah secara agama, aman bagi masyarakat
Ketua DMI Sumatera Barat, Prof. Ganefri, Ph.D., menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban tidak cukup hanya sah secara agama. Menurut dia, proses itu juga harus memperhatikan kemanusiaan, kesehatan, dan keamanan pangan.
Ia menilai pembinaan juru sembelih menjadi penting karena panitia kurban di banyak daerah umumnya berasal dari pengurus masjid. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan agar ibadah kurban tetap sesuai syariat dan tetap menjaga standar kesehatan masyarakat.
Prof. Ganefri juga melihat penyembelihan dalam perspektif Islam sebagai amanah yang memuat nilai ibadah, ihsan, dan tanggung jawab terhadap sesama manusia serta makhluk Allah. Pandangan itu menjadi dasar mengapa pelatihan seperti ini dinilai relevan menjelang momentum kurban.
Kolaborasi untuk ekosistem halal
Kegiatan di UPT Halal UNP ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Umum dan Usaha UNP, Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc. Kehadiran perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah dalam satu agenda dinilai memperkuat ekosistem halal di Sumatera Barat.
Bagi para peserta, bimbingan teknis ini menjadi bekal praktis sebelum pelaksanaan kurban di lapangan. Di tengah meningkatnya kebutuhan juru sembelih menjelang Idul Adha, kemampuan memahami syariat, teknik penyembelihan, dan sanitasi dinilai sama pentingnya agar kurban berjalan tertib dan layak bagi masyarakat.
Source: dutametro.com