JIS Tak Lagi Hanya Soal Laga, DKI Pelajari Model San Siro untuk Hidupkan Stadion sebagai Ruang Kota

Jakarta mulai melihat Jakarta International Stadium bukan hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi sebagai aset kota yang bisa bergerak lebih jauh. Arah itu muncul lewat penjajakan kerja sama dengan San Siro Stadium yang dinilai punya pengalaman dalam mengelola stadion sebagai ruang publik yang hidup.

Pembahasan ini membuka cara pandang baru terhadap JIS. Stadion tersebut didorong tidak berhenti pada fungsi olahraga, melainkan juga ikut menggerakkan sejarah, bisnis, hiburan, dan kebanggaan warga.

Kolaborasi yang tidak berhenti di lapangan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Jakarta perlu mempelajari model pengelolaan San Siro yang tidak semata berperan sebagai arena pertandingan. Menurut dia, stadion bisa berkembang menjadi ruang dengan nilai yang lebih luas jika dikelola dengan tepat.

Karena itu, JIS diproyeksikan memiliki peran yang melampaui venue olahraga. Arah pengembangannya mencakup pengalaman pengunjung, promosi wisata olahraga, dan kemampuan menjadi tuan rumah acara berskala internasional.

Pertemuan di Milan jadi pintu awal

Pembahasan kolaborasi tersebut mengemuka saat Rano bersama delegasi Pemprov DKI Jakarta berkunjung ke Milan, Italia, Selasa (12/5). Dalam pertemuan itu, rombongan Jakarta bertemu dengan General Manager San Siro Stadium Fabrizio Caruso dan Business Development San Siro Stadium Michele Finucci.

Pertemuan tersebut menjadi awal untuk membicarakan kerja sama yang lebih konkret. Pemprov DKI melihat pengalaman San Siro sebagai rujukan penting dalam mengembangkan stadion yang punya fungsi olahraga, komersial, sosial, dan budaya sekaligus.

Stadion sebagai ruang kota

Arah pembicaraan ini menunjukkan perubahan cara pandang terhadap fasilitas publik besar. Stadion tidak lagi diposisikan sebagai ruang yang hanya aktif saat ada pertandingan, tetapi sebagai bagian dari dinamika kota yang bisa terus hidup.

Dalam pandangan Pemprov DKI, pendekatan seperti itu penting untuk memperkuat posisi JIS di tengah persaingan stadion modern yang semakin ketat. Jejaring internasional dinilai bisa membantu memperluas standar pengelolaan sekaligus meningkatkan daya tarik stadion.

San Siro buka ruang berbagi pengalaman

Michele Finucci menyampaikan bahwa pihak San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta. Ia menilai stadion modern perlu dipahami bukan hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai fasilitas publik yang punya nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.

Pandangan itu sejalan dengan dorongan agar JIS lebih terhubung dengan agenda kota. Dengan pendekatan semacam ini, stadion dapat berperan mendukung industri olahraga sekaligus menjadi magnet wisata dan hiburan.

Tindak lanjut untuk pengelola JIS

Rano meminta PT Jakarta Propertindo selaku pengelola JIS menindaklanjuti komunikasi yang sudah terbangun. Ia juga menekankan pentingnya transfer pengetahuan agar pengembangan stadion tidak berhenti pada pembangunan fisik.

Kerja sama yang sedang dijajaki mencakup tata kelola stadion yang lebih modern, penyelenggaraan acara internasional, pengembangan sport tourism, peningkatan pengalaman pengunjung, dan transfer pengetahuan pengelolaan stadion. Seluruhnya diarahkan agar JIS semakin kuat sebagai ruang publik berskala besar yang memberi nilai ekonomi, wisata, dan kebanggaan bagi warga.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version