Jetour tampaknya tidak ingin hanya mengandalkan satu jalur elektrifikasi di Indonesia. Setelah T2 hadir sebagai SUV bermesin bensin, merek asal Tiongkok itu menyiapkan T1 i-DM sebagai langkah berikutnya untuk masuk ke pasar plug-in hybrid yang kian dilirik konsumen.
Model ini diposisikan di bawah T2, sehingga peluangnya cukup besar untuk menjadi opsi hybrid pertama Jetour bagi konsumen Tanah Air. Dengan pendekatan itu, Jetour terlihat mencoba mengisi ruang di antara kebutuhan SUV berkarakter tangguh dan tuntutan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Lebih ringkas, tetapi tetap membawa karakter adventure
T1 i-DM hadir dengan ukuran yang lebih kompak dibanding T2. Jetour menjelaskan dimensinya mencapai panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.840 mm, dan wheelbase 2.800 mm.
Sebagai pembanding, Jetour T2 di Indonesia memiliki panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.880 mm. Jarak sumbu rodanya sama-sama 2.800 mm, sehingga proporsinya tetap seimbang meski bodinya lebih ringkas.
Perbedaan ukuran itu membuat T1 i-DM berpotensi lebih mudah diterima oleh konsumen yang ingin SUV bergaya tangguh, tetapi tidak menginginkan bodi sebesar T2. Jetour tetap membawa konsep adventure yang juga melekat pada T2 untuk model ini.
Sudah punya pijakan di pasar global
Di luar Indonesia, Jetour T1 i-DM bukan nama baru. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, model ini sudah mencatat penjualan lebih dari 169 ribu unit.
Jetour menyebut T1 sebagai salah satu langkah penting dalam menghadirkan inovasi global yang relevan untuk pasar Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa model ini bukan sekadar proyek baru, melainkan produk yang sudah punya rekam jejak di pasar internasional.
Arah elektrifikasi Jetour di Indonesia mulai terlihat
Kehadiran T1 i-DM juga memperjelas arah elektrifikasi Jetour di Indonesia. Pasar kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air kini tidak lagi hanya bergerak ke mobil listrik murni, tetapi juga ke opsi lain seperti plug-in hybrid.
Chery dan BYD lebih dulu mendorong pilihan elektrifikasi semacam itu, dan Jetour tampak membaca peluang yang sama. Dalam konteks ini, T1 i-DM menjadi kandidat penting karena menawarkan format PHEV dalam kemasan SUV yang tetap fungsional untuk aktivitas harian.
Jetour Indonesia bahkan sempat menampilkan model ini lewat akun media sosial resminya. Dalam unggahan tersebut, perusahaan menuliskan “The One” saat memperlihatkan tampilan depan SUV itu.
Bisa berada di bawah harga T2
Untuk saat ini, Jetour T2 yang dijual di Indonesia masih menggunakan mesin bensin. Harga model tersebut dimulai dari Rp 588 jutaan on the road Jakarta.
Karena T1 i-DM ditempatkan satu tingkat di bawah T2, model ini berpeluang hadir dengan banderol yang setara atau lebih rendah. Namun, sampai sekarang belum ada informasi resmi mengenai harga jual T1 i-DM di Indonesia.
Moch. Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, mengatakan model ini akan segera dihadirkan secara resmi di Indonesia dalam waktu dekat. Jika masuk pasar, T1 i-DM akan menambah pilihan PHEV di segmen yang mulai ramai, sekaligus membuka babak baru bagi Jetour di Indonesia.
Source: otomotif.katadata.co.id