Jetour tampaknya tidak ingin bergerak setengah hati saat masuk ke era elektrifikasi di Indonesia. Dalam waktu berdekatan, merek asal Tiongkok itu sudah menyiapkan dua SUV plug-in hybrid sekaligus, dan keduanya membawa nama T1 serta T2.
Langkah ini menarik karena Jetour selama ini masih menjual Dashing, X70 Plus, dan T2 bermesin bensin di Indonesia. Namun arah baru sudah terlihat, terutama setelah perusahaan menyatakan niat menghadirkan produk ramah lingkungan tahun ini.
Bocoran paling jelas datang dari Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 11 Tahun 2026. Di dokumen itu, Jetour tercatat mendaftarkan T2 PHEV 1.5TD 3 DHT (4X2) dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor Rp 316 juta, sedangkan T1 PHEV 1.5 TD-IDHT (4X2) tercatat Rp 205 juta.
Selisih angka tersebut memberi gambaran bahwa T1 diposisikan di bawah T2. Dengan kata lain, Jetour tampak menyiapkan dua pilihan yang berbeda untuk dua kebutuhan konsumen yang juga berbeda.
Meski begitu, angka NJKB belum bisa dibaca sebagai harga resmi di diler. Nilai itu belum memasukkan biaya lain seperti pajak, sehingga banderol akhirnya hampir pasti lebih tinggi dari angka yang tercantum.
Justru di situ menariknya, karena kehadiran dua model sekaligus memperlihatkan strategi Jetour yang tidak hanya fokus pada satu SUV elektrifikasi. Kehadiran T1 dan T2 PHEV membuka kemungkinan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen yang selama ini masih berkutat antara mesin bensin dan teknologi listrik yang bisa diisi ulang.
T2 PHEV lebih dulu disiapkan untuk pasar
Dari dua model itu, T2 PHEV disebut akan menjadi yang lebih dulu datang ke Indonesia. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia Moch. Ranggy Radiansyah menyebut model tersebut akan hadir pada semester dua 2026.
Ranggy juga menyinggung soal range anxiety, yaitu kekhawatiran soal jarak tempuh pada kendaraan listrik. Menurut dia, PHEV atau i-DM pada T2 akan menjadi jawaban karena mobil tetap dapat mengandalkan mesin bensin saat daya baterai tidak mencukupi.
Pendekatan itu memberi fleksibilitas lebih besar untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh. Saat baterai terisi penuh, PHEV tetap bisa menempuh jarak ekstra tanpa bantuan bensin.
Persiapan diler ikut berjalan
Kesiapan Jetour tidak berhenti pada produk yang didaftarkan. Perusahaan juga menyiapkan jaringan diler untuk menyambut kehadiran PHEV di Indonesia.
Salah satu rencana yang dibahas adalah penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di outlet resmi. Jetour juga disebut terus memastikan kesiapan teknis, alat, dan aspek lain sebelum peluncuran benar-benar dilakukan.
Di sisi lain, kehadiran T2 PHEV juga diposisikan sebagai dukungan terhadap komitmen elektrifikasi yang dicanangkan pemerintah. Dengan demikian, langkah Jetour tidak hanya soal menambah model baru, tetapi juga memperluas arah produk yang lebih sesuai dengan pasar yang mulai melirik plug-in hybrid.





