Tanda tanya soal asal-usul Trump Mobile T1 justru makin besar setelah perangkat itu tampil dengan kemiripan yang sulit diabaikan terhadap ponsel buatan luar negeri yang berharga murah. Di tengah gencarnya klaim “Made in America”, publik kini lebih sibuk menyoroti apakah identitas produknya benar-benar sejalan dengan narasi yang dibangun.
Sorotan itu muncul bukan hanya karena desainnya, tetapi juga karena jejak teknisnya belum memberi kepastian. Selama belum ada pembongkaran unit secara independen, asal komponen T1 masih tetap berada di wilayah dugaan, sementara klaim manufaktur domestik terus dipertanyakan.
Kemiripan yang memicu kritik
Saat Trump Mobile T1 pertama kali diperkenalkan, sejumlah pengkritik langsung melihat kesamaannya dengan Revvl 7 Pro 5G. Ponsel itu dibuat oleh Wingtech, perusahaan asal China yang sebagian sahamnya dimiliki negara.
Todd Weaver, CEO pabrikan ponsel Amerika Purism, menilai klaim produksi dalam negeri itu sulit masuk akal. Ia mengatakan kepada CNN bahwa skenario tersebut baru masuk akal jika keluarga Trump diam-diam membangun fasilitas produksi yang aman di darat atau dekat darat selama bertahun-tahun tanpa diketahui publik.
Desain dan identitas yang menonjolkan simbol politik
Unit yang sempat diperlihatkan ke sejumlah figur media membawa logo “Trump Mobile” berukuran besar dengan warna kuning-keemasan khas Trump. Di dalamnya juga sudah terpasang aplikasi Truth Social sejak awal, sehingga identitas politik perangkat ini terasa sangat dominan.
Pada bagian belakang, terlihat bendera Amerika Serikat dengan 11 garis, bukan 13 seperti bendera resmi. Detail kecil itu ikut menambah kesan bahwa tampilan simbolik lebih ditonjolkan daripada ketepatan unsur visual maupun penekanan pada kualitas perangkat.
Model yang berubah, persoalan yang belum hilang
Materi pemasaran Trump Mobile kemudian menampilkan ponsel yang berbeda dari model awal. Pergantian itu sempat menggeser perhatian dari unit pertama, tetapi perbandingan baru justru menimbulkan masalah yang sama dalam bentuk berbeda.
Pembaca The Verge kemudian menemukan bahwa perangkat baru itu sangat mirip dengan HTC U24 Pro. Kemiripan ini tidak berhenti pada tampilan luar, karena keduanya sama-sama disebut memiliki layar OLED 6,8 inci, tiga kamera 50 megapiksel, dan RAM 12GB.
Asal perakitan dan komponen tetap belum terang
HTC berbasis di Taiwan, sehingga T1 kemungkinan besar dirakit di pabrik Taiwan yang sama dengan U24 Pro. Meski begitu, asal komponen internalnya masih belum jelas dan tidak otomatis lepas dari rantai pasok yang bergantung pada China.
China masih mendominasi produksi panel OLED dan sel baterai di dunia. Karena itu, sekalipun perakitan akhir terjadi di Taiwan, isi dalam perangkat belum tentu bebas dari komponen yang diproduksi di China.
Jadwal peluncuran dan minat awal pasar
T1 diluncurkan pada 16 Juni 2025, bertepatan dengan hari jadi ke-10 kampanye presiden pertama Donald Trump. Saat diumumkan, keluarga Trump sempat menyebut perangkat ini akan dikirim pada Agustus atau September 2025, tetapi kemunculannya masih tertinggal dari jadwal awal itu.
Di tengah semua tanda tanya tersebut, minat awal terhadap perangkat ini justru besar. Hampir 600.000 pelanggan sudah melakukan preorder, meski kejelasan soal asal-usul unit yang dipesan itu masih belum tersedia.
Selama belum ada satu unit pun yang dibuka dan didokumentasikan bagian dalamnya, pertanyaan tentang seberapa “Amerika” atau seberapa “China” T1 akan terus menggantung. Di balik slogan patriotik, perangkat ini masih lebih banyak dibicarakan sebagai ponsel 5G dengan kemasan promosi kuat daripada sebagai produk yang asal pembuatannya benar-benar terbukti.





