Jejak sebuah unggahan yang mengklaim Pope Leo XIV menggugat ABC News dan David Muir sebesar $50 juta ternyata tidak berhenti pada soal berita palsu biasa. Di baliknya, ada pola spam terorganisir yang sengaja memanfaatkan nama-nama besar agar pembaca tergoda membuka tautan.
Klaim itu beredar di media sosial dengan narasi dramatis tentang tuduhan pencemaran nama baik dalam siaran langsung. Namun, penelusuran atas frasa “You defamed me on live TV” tidak menemukan laporan kredibel yang mendukung cerita tersebut, dan tidak ada pernyataan dari para selebritas yang disebut.
Seri unggahan seragam
Unggahan-unggahan palsu yang ditemukan memakai pola yang hampir sama. Semuanya dibangun dengan bahasa sensasional, dirancang untuk memancing emosi, lalu ditempeli nama figur publik agar terlihat seperti kabar besar.
Di Facebook, penelusuran menemukan total 96 unggahan palsu dalam seri ini. Sebagian besar menargetkan ABC News dan David Muir, sementara sisanya menyebut Sunny Hostin, Whoopi Goldberg, Sean Hannity, Piers Morgan, Stephen A. Smith, Omar Sachedina, Karl Stefanovic, dan Jack Tame.
Pola berulang itu menunjukkan bahwa kontennya tidak dibuat untuk memberi informasi. Tujuannya lebih dekat ke strategi menarik perhatian sebanyak mungkin dengan daftar nama terkenal yang panjang.
Nama besar sebagai umpan klik
Unggahan yang mengatasnamakan Pope Leo XIV bahkan tidak hanya berhenti pada satu tokoh. Klaim serupa juga menyeret 80 nama lain sebagai penggugat, termasuk musisi, atlet, host berita, pemimpin agama, komedian, penulis, aktor, dan Ibu Negara Amerika Serikat.
Cara ini membuat unggahan tampak seperti rangkaian peristiwa besar yang saling terkait. Pada praktiknya, pendekatan semacam itu justru memperluas jangkauan karena memicu rasa penasaran dari penggemar berbagai tokoh yang disebut.
Petunjuk administrasi mengarah ke Vietnam
Data transparansi pada profil Facebook yang mengunggah klaim tentang Pope Leo XIV menunjukkan akun itu dikelola dari Vietnam. Petunjuk serupa juga muncul pada halaman syarat dan ketentuan situs spam yang ditautkan dari unggahan tersebut.
Tautan itu membawa pengguna ke artikel dengan judul provokatif yang kembali menuduh Pope Leo XIV menggugat ABC News dan David Muir. Judul halaman tersebut memakai huruf Cyrillic yang mirip huruf Latin, yang dapat menjadi upaya untuk menghindari deteksi moderasi otomatis.
Monetisasi lewat iklan
Halaman yang memuat unggahan itu juga menampilkan iklan video besar untuk kampanye pemilihan ulang Senator Negara Bagian California Caroline Menjivar. Temuan ini memperlihatkan bahwa operasi spam tersebut tidak hanya mengejar lalu lintas, tetapi juga memonetisasi perhatian pembaca melalui penempatan iklan.
Model seperti ini umum dipakai pada konten spam yang dibangun dari judul palsu. Konten menyesatkan menjadi pintu masuk ke situs penuh iklan, sehingga setiap klik punya nilai ekonomi.
Kombinasi nama Paus, selebritas televisi, dan angka gugatan $50 juta membuat unggahan seperti ini tampak meyakinkan sekilas. Karena itu, klaim soal gugatan besar atas “defamasi di udara” dari tokoh terkenal perlu dicek ke sumber asli sebelum dipercaya atau dibagikan.





