Jeff Park dari Bitwise menilai kripto sedang berada di titik yang sangat menentukan, bukan di ujung perjalanan. Ia menyebut fase ini sebagai masa paling bullish yang pernah terlihat, karena fondasinya sudah terbentuk tetapi adopsi luas masih belum sepenuhnya terjadi.
Menurut Park, kondisi itu membuat pasar kripto mirip dengan posisi Nvidia sebelum ledakan kecerdasan buatan mengubah arah bisnis perusahaan chip tersebut. Ia melihat pola yang sama: teknologi sudah siap, tetapi pasar besar belum sepenuhnya menyadari skala peluangnya.
Fase tengah yang justru paling berat
Park menggambarkan perkembangan kripto sebagai perjalanan yang tidak rata. Baginya, bagian tersulit bukan saat memulai dari nol, melainkan saat industri harus menembus rentang tengah yang menghubungkan sistem baru dengan infrastruktur lama.
Ia menyebut fase 0–10 mph relatif mudah karena banyak orang sudah memahami gagasan uang tanpa izin. Sebaliknya, tahap 50 mph ke atas juga dinilai lebih mudah karena peran on-chain capital markets akan semakin jelas bagi pasar.
Tantangan terberat justru ada di 10–50 mph. Di titik itu, kripto harus berhadapan langsung dengan legacy financial infrastructure, sementara aturan anti-money laundering dan rezim pelaporan masih terpecah-pecah.
Mengapa analoginya tertuju ke Nvidia
Park merujuk pada momen ketika Jensen Huang dan Elon Musk tampil di panggung konferensi GTC pada 2015. Saat itu, pembicaraan soal AI dan mobil otonom sudah muncul, tetapi revolusi besarnya belum menjadi arus utama.
Ia menilai Nvidia sudah lebih dulu membangun komputasi paralel GPU dan ekosistem perangkat lunak CUDA sebelum gelombang permintaan AI datang. Karena itu, Park melihat kripto berada dalam fase serupa: teknologinya sudah berjalan, namun dampak penuhnya belum tercermin di pasar luas.
Menurut dia, pola awalnya juga mirip. Revolusi besar pada masa Nvidia sebelum boom AI hanya terlihat oleh sebagian orang, dan situasi itu kembali terjadi pada kripto sekarang.
Bitcoin dan kripto luas dinilai punya fungsi berbeda
Park juga menolak anggapan bahwa dukungan pada Bitcoin otomatis berarti penolakan terhadap kripto secara keseluruhan. Ia memandang keduanya bergerak dalam tujuan yang berbeda, meski sama-sama menjadi bagian dari transformasi teknologi yang lebih besar.
Bitcoin ia sebut sebagai eksperimen moneter yang dimungkinkan oleh evolusi teknologi. Sementara itu, ekosistem kripto yang lebih luas ia lihat sebagai eksperimen teknologi yang dimungkinkan oleh evolusi uang.
Pembedaan itu dianggap penting karena Bitcoin dan sektor kripto yang lebih luas menyelesaikan masalah yang berbeda. Meski begitu, Park menilai keduanya tetap punya tujuan ideologis yang sama, yaitu membuka akses seluas mungkin sebagai public good.
Arah baru industri: melampaui desentralisasi
Dalam pandangan Park, kripto kini bergerak melampaui narasi lama yang hanya menonjolkan desentralisasi. Ia menyebut arah barunya sebagai technological financialization.
Dari sudut pandangnya, peluang jangka panjang kripto mengarah ke bentuk hyperfinancialization with elements of decentralization. Ruang itu dinilai dapat memperluas akses ke sovereign financial systems, decentralized AI, dan agentic infrastructure.
Park juga membandingkan komunitas awal kripto dengan komunitas gaming awal yang membantu mensubsidi ekosistem GPU Nvidia jauh sebelum aplikasi AI menciptakan permintaan global besar. Perbandingan itu dipakai untuk menunjukkan bahwa pertumbuhan besar sering dimulai dari kelompok kecil yang terus membangun fondasi.
Bagi Park, justru fase middle game inilah yang paling layak diperjuangkan. Ia menilai periode ini akan menjadi salah satu tahap terpenting dalam perkembangan kripto karena arah masa depan industri sedang dibentuk di sini.