Jalur Utama Bekasi Ditutup Tiga Jam, CFD Pagi Ini Pusatkan Warga di Ahmad Yani hingga Summarecon

Warga Bekasi yang melintas di pusat kota pada Minggu pagi perlu menyesuaikan rute lebih awal. Sebab, ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani ditutup total selama Car Free Day berlangsung, termasuk hingga kawasan Summarecon, sehingga arus kendaraan di titik utama itu tidak bisa lewat seperti biasa.

Penutupan ini berlaku selama tiga jam, mulai pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, jalur protokol utama di Kota Bekasi disterilkan dari kendaraan bermotor agar ruang aktivitas warga lebih leluasa dan aman.

Fokus kegiatan Car Free Day berada di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani sampai Summarecon Bekasi. Area itu dipakai sebagai ruang terbuka publik sementara, dengan suasana yang lebih lapang dan minim polusi dibanding hari biasa.

Di kawasan itu, warga bisa berjalan santai, berlari, atau bersepeda tanpa terganggu lalu lintas kendaraan. Banyak pula yang datang untuk menikmati pagi, berkumpul bersama keluarga, atau mengikuti aktivitas komunitas yang biasanya ikut meramaikan CFD.

Kegiatan rutin ini memang sudah akrab bagi warga Kota Bekasi. Selain menjadi tempat berolahraga, CFD juga sering dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi sederhana yang membuat akhir pekan terasa lebih ringan dan terbuka.

Di sisi lain, penutupan jalan utama juga diikuti pengalihan arus lalu lintas. Dinas Perhubungan bersama kepolisian setempat menyiapkan skema rekayasa untuk mengurangi kepadatan di sekitar lokasi CFD.

Pengendara dari arah Kranji menuju Jalan Jenderal Ahmad Yani dialihkan lewat Jalan Kemakmuran. Jalur itu berada di samping Kantor Pemerintah Kota Bekasi dan kemudian diarahkan menuju Jalan Veteran.

Sementara itu, kendaraan dari arah Jalan Hasibuan dan Bulak Kapal yang ingin menuju pusat kota juga tidak bisa melintas seperti biasa. Pengendara diarahkan berbelok ke kanan di simpang Bekasi Cyber Park atau BCP.

Karena itu, pengguna jalan yang biasa melintas di pusat Kota Bekasi pada Minggu pagi perlu memperhitungkan waktu tempuh lebih longgar. Perubahan arus di sejumlah titik strategis berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan, terutama bagi pengendara yang tidak mengikuti jalur alternatif.

Bagi banyak warga, CFD di Bekasi bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal ruang kota yang lebih nyaman untuk beraktivitas. Koridor Ahmad Yani yang biasanya padat kendaraan berubah menjadi jalur yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pesepeda, dan keluarga yang ingin menikmati suasana pagi.

Source: otomotif.kompas.com

Baca Juga

Back to top button