Kecelakaan maut kembali menyoroti risiko perjalanan di jalur pegunungan Kashmir setelah sebuah bus penumpang tergelincir dari jalan dan masuk ke jurang berbatu. Dalam insiden itu, sedikitnya 21 orang tewas dan sekitar 45 lainnya luka-luka, sementara sejumlah korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Peristiwa tersebut terjadi di dekat desa Kanote, distrik Udhampur, Jammu dan Kashmir, saat bus melaju dari Ramnagar menuju Udhampur. Kendaraan itu disebut membawa lebih dari 60 penumpang, meski kapasitasnya hanya 42 kursi.
Bus nahas itu menabrak sebuah bajaj di tikungan tajam sebelum keluar jalur. Setelah benturan tersebut, kendaraan jatuh sekitar 30 meter ke dasar jurang di kawasan yang dikelilingi medan curam dan jalan berkelok.
Pejabat sipil Prem Singh mengatakan bus terjun ke dasar jurang sekitar 30 meter dari badan jalan. Ia menyebut 19 korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya menyusul tewas setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit, seperti dilaporkan The Associated Press.
Proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi sulit karena banyak penumpang mengalami luka berat. Sejumlah korban langsung dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk mereka yang mengalami kondisi paling serius.
Menurut pejabat kesehatan di Sub-District Hospital Ramnagar yang dikutip Kashmir News Service, sebagian besar korban tewas akibat trauma kepala parah dan pendarahan internal. Gambaran itu menunjukkan kerasnya benturan ketika bus menghantam dasar jurang.
Kepadatan penumpang diduga memperburuk dampak kecelakaan. Dengan jumlah penumpang yang jauh melebihi kapasitas, risiko saat kendaraan melintasi tikungan tajam di wilayah pegunungan disebut makin besar.
Insiden ini juga kembali mengangkat perhatian pada keselamatan jalan raya di India, yang setiap tahun mencatat ratusan ribu korban tewas dan luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas. Di Kashmir, tantangan itu terasa lebih berat karena kondisi jalan yang sempit, berliku, dan menurun tajam di banyak titik.
Pihak berwenang belum memaparkan secara rinci siapa yang bertanggung jawab langsung atas kecelakaan tersebut. Di tengah penanganan korban yang masih berlangsung, identifikasi jenazah dan pendampingan keluarga juga terus dilakukan di sekitar lokasi maupun rumah sakit.
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan mengumumkan bantuan uang bagi keluarga korban. Ia menulis, “I extend my heartfelt condolences to those who have lost their near and dear ones. I pray for the speedy recovery of the injured.”
Musibah di dekat Kanote itu menjadi pengingat keras bahwa perjalanan darat di kawasan pegunungan tetap menyimpan bahaya besar bila kendaraan melintas dalam kondisi padat dan jalan tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan. Situasi di rumah sakit masih menjadi fokus utama setelah puluhan penumpang terluka dan keluarga korban menunggu kabar dari proses evakuasi yang berlangsung sejak pagi waktu setempat.





