iPhone Lipat Jadi Andalan Awal Era John Ternus, Harga Mulai Rp 34,4 Juta

Jika laporan yang beredar benar, Apple tampaknya tidak ingin membuka era baru kepemimpinan dengan langkah kecil. Perusahaan justru disebut menyiapkan panggung besar untuk John Ternus, dan produk yang akan dipakai sebagai kartu pembuka adalah iPhone lipat.

Pilihan itu menarik perhatian karena perangkat lipat bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan kategori baru yang bisa menandai arah Apple ke depan. Dalam konteks tersebut, debut Ternus dipandang akan langsung berada di pusat sorotan, bukan lewat penyegaran lini yang sudah ada.

Panggung besar untuk John Ternus

Menurut laporan jurnalis Mark Gurman dari Bloomberg, Apple disebut tengah menyiapkan momen penting saat John Ternus resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO. Di momen itu, iPhone lipat diproyeksikan menjadi produk perdana yang dikenalkan ke publik.

Strategi seperti ini memberi sinyal bahwa Apple ingin mengaitkan kepemimpinan baru dengan gebrakan teknis. Bagi perusahaan sebesar Apple, cara memperkenalkan CEO baru lewat produk kategori baru dapat memberi pesan yang lebih kuat dibanding peluncuran perangkat yang sifatnya rutin.

Ternus sendiri bukan sosok asing di Cupertino. Ia pernah terlibat dalam pengembangan iPad generasi pertama, sehingga banyak pihak melihatnya sebagai figur yang memahami sisi teknis produk secara mendalam.

Harga yang ditempatkan di level premium tinggi

Dari sisi banderol, iPhone lipat disebut akan dipasarkan mulai 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 34,4 juta. Jika angka itu benar, perangkat ini akan menjadi iPhone paling mahal yang pernah dibuat Apple.

Posisi harga tersebut menempatkan iPhone lipat di kelas premium ekstrem. Dengan level seperti itu, Apple tampaknya tidak sedang membidik pasar massal pada tahap awal, melainkan pengguna yang mencari perangkat unik dengan nilai teknologi tinggi.

Harga yang tinggi juga membuat ekspektasi pasar ikut naik. Konsumen tentu akan menilai apakah pengalaman penggunaan yang ditawarkan memang sepadan dengan posisi harganya yang berada di puncak lini iPhone.

Desain yang menggabungkan dua fungsi

Laporan yang beredar menggambarkan konsep perangkat ini dengan cukup jelas. Saat ditutup, bentuknya akan menyerupai iPhone pada umumnya, tetapi ketika dibuka tampilannya mendekati iPad mini.

Ukuran layar utama disebut sekitar 7,8 inci saat dibuka, sedangkan layar luar berukuran 5,5 inci ketika perangkat dalam حالت tertutup. Apple juga dikabarkan berupaya membuat engsel dan panel layar agar garis lipatan di bagian tengah bisa diminimalkan, bahkan nyaris tidak terlihat.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya mengejar efek visual dari perangkat lipat. Perusahaan tampaknya ingin memastikan bahwa perangkat tersebut tetap nyaman dipakai untuk kebutuhan harian, baik dalam mode tertutup maupun terbuka.

Masuk belakangan, tetapi belum tentu kalah

Apple memang datang lebih lambat dibanding para pesaing di pasar ponsel lipat. Samsung sudah lebih dulu berada di segmen ini selama tujuh tahun, sementara Huawei, Oppo, dan merek lain juga sudah lebih dahulu menawarkan produk serupa.

Meski begitu, keterlambatan itu tidak otomatis menutup peluang Apple. Basis pengguna iPhone yang besar dan loyal masih menjadi modal penting, terutama jika Apple mampu menghadirkan kualitas perangkat dan pengalaman penggunaan yang sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sejumlah analis juga menilai format lipat lebih mudah dipahami konsumen dibanding produk eksperimental lain. Saat tertutup, perangkat tetap berfungsi seperti ponsel biasa, lalu berubah menjadi layar yang lebih besar saat dibuka.

Belum diumumkan resmi, tetapi arah proyek mulai terlihat

Sampai saat ini, Apple belum memberikan penjelasan resmi mengenai detail iPhone lipat maupun jadwal peluncurannya. Namun, berbagai laporan yang muncul membuat proyek ini terlihat semakin serius dan semakin dekat ke tahap pengenalan.

Sejumlah analis memperkirakan iPhone Fold akan diperkenalkan pada 2026, kemungkinan bersamaan dengan seri iPhone generasi berikutnya. Jika skenario itu benar terjadi, debut John Ternus sebagai CEO akan langsung terhubung dengan langkah strategis Apple untuk masuk lebih dalam ke pasar perangkat lipat.

Source: tekno.kompas.com
Exit mobile version