Investasi Jabar Hampir Rp300 Triliun, Pemerataan Manfaat Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Dorongan investasi di Jawa Barat kembali menjadi sorotan karena realisasinya pada 2025 disebut sudah melampaui target pemerintah dan hampir menyentuh Rp300 triliun. Angka itu menandakan daerah ini masih memiliki daya tarik kuat bagi pelaku usaha, sekaligus memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang bergerak lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Ketua Komisi 3 DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, menyebut capaian itu sebagai sinyal positif bagi iklim ekonomi daerah. Namun, ia menekankan bahwa besarnya investasi tidak otomatis menyelesaikan persoalan utama yang masih dihadapi Jawa Barat, yakni kesenjangan ekonomi yang belum merata dirasakan masyarakat.

Investasi menguat, tetapi manfaatnya harus lebih luas

Menurut Jajang, melampaui target investasi bukan sekadar urusan angka yang masuk ke daerah. Ia menilai capaian tersebut juga berkaitan dengan menguatnya aktivitas ekonomi di Jawa Barat dan meningkatnya laju pertumbuhan dibandingkan 2024.

Jajang melihat kondisi itu sebagai bukti bahwa Jawa Barat masih dipercaya sebagai wilayah tujuan investasi. Meski begitu, ia mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak berhenti pada pencapaian administratif, karena manfaatnya semestinya hadir dalam kehidupan masyarakat luas.

Kesenjangan ekonomi tetap menjadi perhatian

Di tengah kabar baik soal investasi, DPRD Jawa Barat menilai persoalan pemerataan masih belum selesai. Jajang menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi akan terasa lebih berarti jika tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Ia menegaskan bahwa investasi memang dapat memperkuat ekonomi daerah, tetapi dampaknya perlu dirasakan secara lebih seimbang. Karena itu, pemerataan menjadi ukuran penting agar pertumbuhan tidak berjalan jauh dari kebutuhan warga di lapisan bawah.

Iklim usaha dan kesiapan daerah perlu dijaga

Arus modal yang terus masuk ke Jawa Barat, menurut Jajang, perlu diiringi dengan kepastian usaha yang kuat. Hal ini penting agar investor merasa aman menanamkan modal dan tidak ragu melihat prospek daerah ke depan.

Selain kepastian usaha, dukungan infrastruktur dan kesiapan tenaga kerja juga disebut harus berjalan bersamaan. Tanpa dua faktor itu, peningkatan investasi dikhawatirkan tidak akan maksimal dalam mendorong lapangan kerja dan memperluas manfaat ekonomi.

Sektor-sektor yang masih menopang ekonomi daerah

Sejumlah sektor masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Industri pengolahan manufaktur masuk dalam kelompok yang paling kuat, terutama otomotif, elektronik, dan tekstil.

Selain itu, sektor infrastruktur dan transportasi, perdagangan besar, konstruksi, serta pertanian juga tercatat memberi kontribusi penting. Kehadiran sektor-sektor tersebut membuat Jawa Barat tetap menarik bagi investasi sekaligus menjaga aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak.

Besarnya realisasi investasi hingga hampir menembus Rp300 triliun menunjukkan posisi Jawa Barat masih berada dalam jalur ekonomi yang positif. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan itu tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga benar-benar terasa merata oleh lebih banyak warga melalui penguatan infrastruktur, tenaga kerja, kepastian usaha, dan pemerataan manfaat ekonomi.

Source: jabar.tribunnews.com
Exit mobile version