Serangan drone berkelompok membuat pertahanan jarak dekat perlu bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Di tengah kebutuhan itu, Picket Defense Systems menawarkan Inferno Rotating Turret Close-In atau Inferno RTC, sebuah turret anti-drone yang dirancang untuk menghadapi ancaman dari banyak arah sekaligus.
Keunikan sistem ini ada pada cara kerjanya. Inferno RTC tidak menunggu laras berputar dulu ke arah sasaran, melainkan memakai susunan laras yang mengarah ke puluhan sudut berbeda sehingga tembakan bisa dilakukan dari cakupan 360 derajat.
Mendengar ancaman tanpa memancarkan radar
Picket Defense Systems membekali sistem ini dengan pendekatan targeting pasif. Artinya, Inferno RTC tidak mengandalkan radar aktif yang memancarkan sinyal dan berpotensi mudah dilacak lawan.
Sebagai gantinya, sistem ini memakai susunan mikrofon tiga dimensi dan kamera optik untuk mendeteksi, mengidentifikasi, lalu melacak drone yang masuk. Data dari sensor itu kemudian diproses oleh kecerdasan buatan di dalam sistem untuk memprioritaskan ancaman secara real time.
Picket juga menyebut Inferno RTC tidak membutuhkan konektivitas jaringan eksternal. Dengan begitu, sistem dapat tetap bekerja sambil menjaga jejak elektroniknya tetap rendah.
Dirancang untuk ancaman yang makin sulit dilumpuhkan
Pendekatan berbasis suara menjadi penting ketika drone sudah kebal terhadap sistem peperangan elektronik tradisional. Dalam situasi seperti itu, kemampuan untuk mendengar dan memetakan ancaman memberi jalur lain bagi turret untuk tetap memantau area tanpa bergantung pada emisi radar.
Cara ini juga berguna saat lawan berusaha menyamarkan diri dari gangguan elektronik. Karena tidak memakai radar aktif, sistem berpeluang tetap berfungsi di lingkungan yang penuh interferensi.
Dua varian dengan daya tembak berbeda
Inferno RTC hadir dalam dua versi dengan karakteristik yang tidak sama. Varian yang lebih ringan berbobot sekitar 45 pon dan membawa 36 laras yang dapat menembakkan amunisi 5,56 mm, peluru .410, dan peluru 20-gauge.
Versi yang lebih besar berbobot sekitar dua kali lipat dan memiliki 54 laras. Model ini dapat menembakkan amunisi 12-gauge yang lebih berat serta munisi 40mm low-velocity.
| Varian | Bobot | Jumlah laras | Munisi |
|---|---|---|---|
| Ringan | sekitar 45 pon | 36 | 5,56 mm, .410, 20-gauge |
| Lebih besar | sekitar dua kali lipat dari varian ringan | 54 | 12-gauge, 40mm low-velocity |
Kedua varian diklaim mampu mendeteksi dan menghadapi ancaman hingga jarak 120 meter. Sistem ini juga dapat digunakan dari posisi tetap maupun dari kendaraan yang bergerak.
Batas jarak yang masih menyisakan pertanyaan
Meski konsepnya menarik, jarak 120 meter tetap tergolong sangat dekat untuk pertahanan udara terakhir. Pada jarak seperti itu, ruang untuk kesalahan menjadi kecil, terutama ketika drone musuh sudah mendekati posisi pasukan.
Karena itu, efektivitas Inferno RTC masih perlu dibuktikan lebih jauh dalam kondisi tempur nyata. Hingga ada pengujian tempur yang dirilis luas, pengadaan dari Pentagon, atau evaluasi pihak ketiga, informasi yang tersedia masih bertumpu pada klaim publik dari Picket Defense Systems.
Inferno RTC menunjukkan arah baru dalam pertahanan anti-drone dengan menggabungkan turret 360 derajat, sensor akustik, kamera optik, dan pemrosesan AI onboard. Jika performanya sesuai klaim, sistem ini dapat menjadi lapisan tambahan untuk menghadapi ancaman drone yang makin sulit ditangani dengan cara lama.





