Pemulangan sembilan warga negara Indonesia dari pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menjadi salah satu sorotan utama setelah mereka sempat ditahan oleh otoritas Israel. Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI melakukan evakuasi untuk memastikan para WNI itu dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap keras menolak penahanan para relawan GSF. Menlu Sugiono menegaskan bahwa tindakan itu tidak dapat dibenarkan karena mereka sedang menjalankan misi kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.
Penahanan relawan dinilai melanggar hukum internasional
Sugiono menilai perlakuan terhadap relawan dan aktivis kemanusiaan dalam pelayaran GSF 2.0 telah melampaui batas yang semestinya. Ia menegaskan bahwa penahanan maupun kekerasan terhadap peserta misi tersebut tidak boleh terulang.
Pemerintah Indonesia memandang para peserta GSF sebagai masyarakat sipil yang membawa bantuan kemanusiaan. Karena itu, tindakan terhadap mereka dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Misi kemanusiaan, bukan tindakan melanggar hukum
Indonesia menolak anggapan bahwa pelayaran GSF merupakan kegiatan yang melanggar hukum. Sugiono menekankan bahwa misi itu adalah upaya sipil untuk membantu kebutuhan kemanusiaan di Gaza.
Dalam pandangan pemerintah, aksi tersebut mencerminkan kepedulian terhadap warga Palestina, bukan bentuk pelanggaran yang layak diperlakukan dengan kekerasan atau penahanan. Sorotan ini juga menegaskan posisi Indonesia yang konsisten membela perlindungan warga sipil dalam misi kemanusiaan.
Sembilan WNI akhirnya tiba di Jakarta
Di tengah perhatian terhadap insiden itu, sembilan WNI yang ikut dalam GSF 2.0 sudah dipulangkan ke Indonesia. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu sore setelah melalui rangkaian proses evakuasi.
Sebelumnya, rombongan itu sempat diterbangkan dengan maskapai Emirates dari Istanbul menuju Dubai pada Sabtu 23 Mei pukul 19.35 waktu setempat. Setelah transit, mereka melanjutkan penerbangan dari Dubai menuju Jakarta pada Minggu 24 Mei pukul 04.10 dan tiba di Indonesia pukul 15.30 WIB.
Proses pemulangan melibatkan banyak pihak
Sugiono menyampaikan bahwa kelancaran pemulangan para WNI tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Turki disebut berperan penting dalam proses evakuasi dan perjalanan pulang mereka.
Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI turun langsung untuk memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia tersebut. Pemerintah juga terus memantau dampak penahanan relawan GSF agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Source: www.viva.co.id