Upaya melawan PTM tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit. Dalam banyak keluarga, titik awalnya justru ada pada kebiasaan sehari-hari di rumah, dari cara menjaga kebersihan hingga keberanian memeriksakan kondisi tubuh sejak dini.
Pentingnya langkah itu makin terasa ketika beban kesehatan nasional tidak lagi didominasi penyakit menular saja. Data BPS 2025 menunjukkan kondisi kesehatan nasional dipengaruhi besar oleh PTM, sementara ancaman seperti DBD dan TBC tetap harus dikendalikan bersamaan.
Rumah sebagai tempat paling awal membangun perlindungan kesehatan
Ketika pola hidup berubah, pencegahan PTM juga ikut bergeser. Menunggu sampai ada keluhan sering kali membuat penanganan menjadi lebih sulit, sehingga keluarga perlu membentuk kebiasaan sehat sebelum masalah muncul.
Lingkungan rumah punya pengaruh besar terhadap perilaku harian. Jika perilaku hidup bersih, pemantauan kondisi tubuh, dan kebiasaan mengenali tanda awal gangguan kesehatan tumbuh di rumah, perubahan itu cenderung lebih mudah bertahan dan ikut dijalankan anggota keluarga lain.
Kampanye yang menyasar keluarga perkotaan
Di Cakung, Jakarta Timur, Yayasan WINGS Peduli menjalankan kampanye Generasi Bersih Sehat sebagai upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat perkotaan. Pilihan menyasar keluarga dinilai relevan karena wilayah urban padat penduduk kerap berhadapan dengan persoalan sanitasi dan akses layanan yang tidak sederhana.
Program ini juga melibatkan warga, kader lokal, dan fasilitas kesehatan setempat. Pola kerja seperti itu membuat pesan kesehatan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan tetap bisa bergerak lewat lingkungan sekitar setelah acara selesai.
Tiga langkah yang saling melengkapi
Generasi Bersih Sehat merangkai edukasi, imunisasi, dan layanan kesehatan dalam satu program. Tiga unsur ini dipakai sebagai cara pencegahan dari hulu sekaligus dorongan untuk deteksi dini.
Edukasi disampaikan melalui drama teater interaktif berjudul “Keluarga Bersih Sehat”. Cara ini dipilih agar pesan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS lebih dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia dan lebih mudah dipahami.
Langkah berikutnya adalah mendorong imunisasi dasar yang lengkap, terutama dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia. Fokusnya tidak terbatas pada balita, tetapi juga pada imunisasi sesuai jadwal sebagai perlindungan lintas usia.
Di saat yang sama, warga mendapat cek kesehatan gratis. Pemeriksaan gigi dan skrining kanker rahim termasuk di dalamnya, karena deteksi dini dinilai penting agar masalah kesehatan tidak berkembang menjadi lebih berat.
Imunisasi dipandang sebagai perlindungan jangka panjang
Plt. Kepala Puskesmas Cakung, dr. Rita Anggraini, MKM, menegaskan bahwa kesehatan adalah modal manusia yang paling berharga. Ia menyebut imunisasi sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi produktif yang mendukung transformasi sosial dan ekonomi bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya cakupan imunisasi yang merata untuk membentuk herd immunity. Menurut dia, imunisasi membantu melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah, seperti campak, TBC, dan difteri.
Akses layanan juga ikut dibenahi
Selain mengubah perilaku, program ini menyentuh sisi layanan kesehatan. Revitalisasi Puskesmas Cakung Barat dilakukan agar warga merasa lebih nyaman saat berobat atau memeriksakan kondisi tubuh.
Bantuan kursi roda dan perbaikan toilet menjadi bagian dari pembenahan fasilitas. Kenyamanan seperti ini penting karena sering menentukan apakah warga datang lebih cepat atau justru menunda pemeriksaan.
Peran kader menjaga kebiasaan tetap berjalan
Agar pesan tidak berhenti pada satu momentum, Yayasan WINGS Peduli melibatkan kader Generasi Bersih Sehat sebagai penggerak di lingkungan warga. Mereka berperan mengingatkan keluarga agar kebiasaan sehat tetap hidup dalam rutinitas harian.
Seva Nefertiti dari Yayasan WINGS Peduli menegaskan bahwa keluarga sehat lahir dari kebiasaan bersih yang dijaga bersama. Ia merangkum gerakan itu dalam tiga aksi utama, yaitu menerapkan PHBS, melengkapi imunisasi, dan mendatangi fasilitas kesehatan saat dibutuhkan.
Gerakan semacam ini menunjukkan bahwa pencegahan PTM dari rumah tidak cukup mengandalkan satu pihak. Pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bergerak selaras agar kebiasaan sehat benar-benar menjadi budaya keluarga.
Source: www.suara.com




