Langkah Honda mengubah arah bisnisnya kini terlihat makin tegas. Setelah sempat terpukul oleh kerugian besar dari pembatalan rencana peluncuran EV, perusahaan berlogo “H” tegak itu memilih hybrid sebagai penggerak utama untuk memulihkan daya saing dan memperbaiki kinerja keuangan.
Perubahan ini bukan sekadar soal mengganti fokus produk. Honda sekaligus menata ulang biaya, efisiensi pengembangan, dan komposisi lini model andalannya, dengan target pembangunan kembali bisnis otomotif selama tiga tahun ke depan.
Hybrid jadi tumpuan baru
Honda menempatkan model hybrid di pusat strategi barunya karena teknologi ini dinilai lebih siap mendukung pertumbuhan saat ini. Prioritas sumber daya pengembangan dan produksi kini digeser ke arah hybrid, setelah sebelumnya perhatian besar terserap oleh EV.
Mulai tahun depan, Honda akan meluncurkan model hybrid generasi berikutnya dengan sistem dan platform baru. Perusahaan juga menargetkan hadirnya 15 model hybrid terbaru di pasar global hingga akhir Maret 2030.
Amerika Utara dipasang sebagai pasar utama
Salah satu fokus terbesar Honda ada di Amerika Utara. Di kawasan ini, perusahaan berencana membawa kendaraan berukuran besar di segmen D atau di atasnya pada 2029.
Honda juga sudah mengonfirmasi dua prototipe hybrid generasi berikutnya, yaitu Honda Hybrid Sedan Prototype dan Acura Hybrid SUV Prototype. Keduanya dijadwalkan masuk versi produksi pada 2028, sehingga arah pengembangan produk terlihat makin jelas.
Biaya ditekan, efisiensi dikejar
Di balik strategi produk tersebut, Honda membidik penghematan yang agresif. Perusahaan menargetkan pemangkasan biaya sistem hybrid generasi selanjutnya lebih dari 30 persen dibandingkan sistem yang diperkenalkan pada 2023.
Efisiensi itu menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki struktur bisnis. Honda ingin menguatkan profitabilitas sekaligus mengejar laba operasi lebih dari 1,4 triliun yen pada akhir Maret 2029.
Teknologi tetap diarahkan ke pengalaman berkendara
Honda tidak hanya mengejar efisiensi biaya. Generasi hybrid berikutnya akan menggabungkan penggerak, platform terbaru, dan unit AWD listrik untuk menjaga karakter berkendara tetap menarik.
Dengan kombinasi itu, Honda menargetkan efisiensi bahan bakar naik lebih dari 10 persen tanpa mengorbankan rasa berkendara. Arah ini menunjukkan bahwa hybrid diposisikan bukan hanya sebagai pengganti EV, melainkan sebagai paket yang tetap kuat di performa, kenyamanan, dan konsumsi bahan bakar.
Pasar lain tetap masuk peta strategi
Di Jepang, Honda menyiapkan kei car N-BOX EV pada 2028. Setelah itu, Honda akan meluncurkan Vezel atau HR-V generasi berikutnya di pasar lain dengan teknologi hybrid terbaru.
India juga masuk dalam rencana penguatan pasar. Honda menyiapkan dua model untuk negara tersebut, terdiri dari mobil dengan panjang kurang dari 4 meter dan model kategori ukuran sedang.
Di Tiongkok, Honda memilih jalur yang berbeda dengan memperkuat kemitraan bersama perusahaan lokal. Fokusnya ada pada pengembangan New Energy Vehicle atau NEV dengan platform khusus yang disesuaikan untuk pasar setempat.
Dengan susunan langkah seperti itu, Honda terlihat tidak hanya mengejar tambahan model baru. Perusahaan juga sedang membangun ulang fondasi bisnisnya di berbagai pasar utama dunia sambil menjadikan hybrid sebagai jembatan menuju pertumbuhan berikutnya.
Source: www.bincangbincangmobil.com




