Hujan Lebat Hingga Rob Mengintai Jateng, Lima Daerah Pegunungan Diminta Siaga

Ancaman cuaca di Jawa Tengah tidak datang dari satu sisi saja. Warga pesisir harus bersiap menghadapi rob dan gelombang tinggi, sementara masyarakat di wilayah pegunungan dan dataran tinggi perlu mewaspadai hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Kondisi ini membuat banyak aktivitas harian di Jateng berpotensi terganggu. Pelayaran, bongkar muat pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga usaha petani garam ikut masuk dalam wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

BMKG menyoroti lima daerah di Jawa Tengah bagian tengah yang berpeluang mengalami cuaca ekstrem. Wilayah yang dimaksud adalah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem terutama muncul di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Ancaman utamanya berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Rany juga mengingatkan warga yang tinggal di lereng bukit dan daerah aliran sungai agar lebih waspada. Hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan yang rawan longsor dan limpasan air permukaan.

Di sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang turun pada siang hingga awal malam. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu udara berada pada kisaran 18-34 derajat Celsius, dan kelembaban udara mencapai 50-95%.

Ancaman dari laut masih berlangsung

Selain cuaca di daratan, kondisi perairan Jawa Tengah juga perlu dicermati. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang menyebut gelombang tinggi masih berpeluang terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah.

Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Lessy Andari, menilai situasi ini dapat berisiko bagi aktivitas pelayaran, terutama ketika kecepatan angin melampaui 15 knot.

Di pesisir utara Jawa Tengah, pasang air laut juga masih menjadi perhatian. Ketinggian maksimum diperkirakan mencapai 1 meter pada pukul 12.00-17.00 WIB.

Kondisi itu berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah Pantura. Daerah yang masuk pantauan antara lain Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.

Lessy menjelaskan bahwa rob dapat mengganggu aktivitas warga di kawasan pesisir utara. Dampaknya juga dapat dirasakan pada transportasi, pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan usaha petani garam.

BMKG meminta masyarakat dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk, gelombang tinggi, dan rob yang masih membayangi pesisir Jawa Tengah. Warga di pegunungan, dataran tinggi, dan pesisir diminta bersiap menghadapi perubahan cuaca yang cepat serta potensi gangguan yang menyertainya.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version