Bagi pasar pikap Indonesia, kemunculan nama Hilux BEV DC 4X4 di daftar pendaftaran Bapenda DKI Jakarta menjadi petunjuk yang tidak bisa diabaikan. Angka nilai jual Rp 674 juta yang tercantum ikut membuat model listrik Toyota ini semakin diperhatikan, meski belum ada komentar resmi dari pabrikan.
Yang tercatat itu memang bukan harga jual akhir ke konsumen. Nilai tersebut masih belum memasukkan pajak lain, sehingga banderol saat mobil ini benar-benar dipasarkan masih berpeluang berubah.
Sinyal dari daftar pendaftaran lokal
Nama yang muncul bukan kode internal yang sulit dikenali publik, melainkan Hilux BEV DC 4X4. Itu membuat arah pendaftaran ini terasa lebih jelas, apalagi di tengah pasar pikap listrik yang masih bergerak pelan di Indonesia.
Kemunculan data tersebut segera memunculkan dugaan bahwa Toyota sedang menyiapkan Hilux BEV untuk masuk ke Tanah Air. Sampai sekarang, Toyota belum memberi penjelasan resmi mengenai daftar pendaftaran itu.
Posisi Hilux BEV di keluarga All New Hilux
Hilux BEV merupakan versi listrik dari All New Hilux yang lebih dulu meluncur di Thailand akhir tahun lalu. Model ini juga dikenal sebagai Hilux Travo-e dan awalnya diarahkan ke pasar Eropa karena aturan emisi yang ketat.
Setelah itu, Toyota memperluas jangkauan model tersebut ke negara lain. Hilux BEV bahkan sudah dijual di Australia beberapa bulan lalu, sehingga peluangnya masuk Indonesia kini terlihat lebih terbuka.
Harga dan bekal teknisnya
Di Thailand, Hilux BEV dibanderol sekitar Rp 816 jutaan. Posisi itu jauh lebih mahal dibanding versi bermesin bensin, sehingga gambaran harga di Indonesia tentu masih menarik untuk dicermati.
Untuk sumber tenaganya, mobil ini memakai baterai 59,2 kWh. Jarak tempuhnya berada di kisaran 240 km sampai 300 km dalam sekali pengisian penuh, sementara tenaganya datang dari dua motor listrik di depan dan belakang dengan output 193 hp.
Tetap membawa karakter pikap kerja
Toyota tidak meninggalkan dasar pikap tangguh pada Hilux BEV. Mobil ini tetap memakai platform ladder frame terbaru yang sudah mendapat revisi pada suspensi dan power steering.
Penyetelan itu ditujukan agar mobil terasa lebih halus saat digunakan. Namun karakter utama sebagai pikap tetap dipertahankan, termasuk kesiapan untuk melaju di jalan berat dan medan off-road.
Peluang di Indonesia masih terbuka lebar
Hilux punya posisi kuat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selama ini model tersebut menjadi andalan Toyota untuk menghadapi Mitsubishi Triton dan Isuzu D-Max, bahkan penjualannya disebut sudah melampaui kedua rival itu.
Persaingan juga ikut berubah karena Triton lebih dulu mendapat model anyar, sementara Hilux hadir dengan generasi terbaru. Di sisi lain, Toyota masih menyediakan pilihan mesin bensin pada lini All New Hilux, sehingga peluang varian listrik maupun non-listrik sama-sama terbuka untuk pasar Indonesia.
Yang membuatnya semakin menarik, nama Hilux BEV sudah muncul dalam daftar pendaftaran lokal meski Toyota belum memberi pernyataan resmi. Kombinasi data itu membuat model ini terlihat sebagai kandidat kuat untuk masuk Indonesia, entah tahun ini atau tahun depan.
Source: ridertua.com




