Timnas Indonesia sedang diarahkan untuk tidak tergesa-gesa menghadapi Piala AFF 2026. John Herdman menekankan bahwa fokus utama skuad Garuda adalah menyelesaikan satu pertandingan lebih dulu, bukan menghitung peluang jauh ke depan.
Sikap itu sejalan dengan kewaspadaan Herdman terhadap dua lawan yang ia anggap paling berbahaya, yakni Malaysia dan Thailand. Menurutnya, kedua tim tersebut punya kualitas yang cukup untuk mengganggu langkah Indonesia di turnamen Asia Tenggara itu.
Bagi Herdman, Malaysia dan Thailand bukan sekadar lawan biasa di fase grup maupun di jalur turnamen. Ia memandang duel melawan dua negara itu sebagai laga yang bisa berubah menjadi pertandingan berintensitas tinggi, mirip derbi, sehingga butuh kesiapan mental dan disiplin sejak awal.
Pandangan itu menunjukkan bahwa Herdman tidak hanya menyoroti kekuatan teknis lawan. Ia juga menaruh perhatian pada aspek psikologis, karena persaingan di Piala AFF kerap menghadirkan kejutan dan menuntut konsentrasi penuh dari setiap tim.
Di sisi lain, Timnas Indonesia juga tidak mendapat jalur yang ringan. Garuda tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Komposisi grup tersebut membuat persaingan diperkirakan berlangsung ketat sejak fase awal. Herdman pun ingin timnya menjaga ritme dengan pendekatan sederhana, yakni menuntaskan satu laga sebelum memikirkan pertandingan berikutnya.
“Saya sudah mengatakan ini dan akan terus konsisten mengatakannya. Kami harus menjalani turnamen satu pertandingan demi satu pertandingan,” ujar Herdman kepada awak media. Ia menegaskan bahwa setiap langkah harus diselesaikan lebih dulu sebelum tim membicarakan target yang lebih jauh.
Pola pikir itu juga menjadi fondasi yang ingin ia bangun bersama para pemain. Herdman berharap skuad Garuda tidak terbebani tekanan dari luar atau terlalu cepat terseret euforia sebelum turnamen berjalan.
Piala AFF 2026 akan menjadi turnamen resmi pertama Herdman bersama Timnas Indonesia. Karena itu, stabilitas tim dan ketenangan pemain menjadi perhatian besar dalam persiapan menuju ajang tersebut.
Pelatih asal Inggris itu ingin perkembangan tim berlangsung bertahap dari satu laga ke laga lain. Ia menilai performa yang naik secara stabil akan membantu Indonesia menjaga peluang bersaing sepanjang kompetisi.
Herdman juga menegaskan bahwa setiap lawan membawa tantangan berbeda. Ada tim yang mungkin tidak diunggulkan, tetapi ada pula duel yang terasa seperti derbi, termasuk saat menghadapi Malaysia atau Thailand.
Dengan skuad yang tersedia, Herdman tetap menunjukkan optimisme terhadap peluang Indonesia. Namun, optimisme itu tetap ia kaitkan dengan disiplin, fokus harian, dan kemampuan tim menjaga kendali saat turnamen mulai bergulir.
Bagi Indonesia, pesan Herdman jelas: waspadai lawan yang mampu mengganggu ritme, tetapi jangan kehilangan fokus sebelum pertandingan dimainkan. Di Grup A yang padat dan penuh ancaman, ketenangan akan menjadi salah satu modal terpenting bagi Garuda.
Source: www.suara.com




