Kabar tentang dugaan hantavirus di Kulon Progo akhirnya mendapat kepastian dari Kementerian Kesehatan. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan sampel warga yang sempat disuspek terinfeksi itu negatif, sehingga tidak ada kasus hantavirus pada manusia di wilayah tersebut.
Kepastian ini sekaligus meredakan kekhawatiran yang sempat muncul setelah temuan awal memunculkan dugaan infeksi. Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo bersama Dinas Kesehatan DIY juga telah melakukan klarifikasi berjenjang ke pusat untuk memastikan status pemeriksaan warga tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, menyebut hasil pemeriksaan itu sudah diterima dua hari sebelumnya. Ia menegaskan bahwa warga yang sempat diduga terinfeksi sudah menjalani pemeriksaan laboratorium sesuai prosedur.
“Iya, negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat,” ujarnya. Dengan hasil itu, status suspek pada warga tersebut tidak berkembang menjadi temuan kasus positif.
Meski hasilnya sudah jelas negatif, Dinas Kesehatan Kulon Progo tetap meminta masyarakat tidak lengah. Hantavirus berkaitan dengan hewan pengerat, terutama tikus, yang dapat menjadi perantara penularan penyakit zoonosis.
Susilaningsih menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di rumah maupun di lingkungan sekitar. Menurutnya, kebersihan adalah langkah dasar untuk mengurangi risiko kontak dengan tikus dan sumber penularan lain.
Warga juga diingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan. Kebiasaan sederhana ini dinilai penting untuk menjaga perlindungan diri dari risiko penularan.
Selain itu, rumah perlu dijaga tetap bersih agar tidak memberi ruang bagi tikus untuk masuk. Makanan di rumah harus ditutup rapat, sementara sarang atau perindukan tikus di sekitar rumah perlu dibersihkan.
Pemerintah daerah menempatkan pencegahan berbasis kebersihan sebagai langkah paling praktis yang bisa dilakukan masyarakat. Lingkungan yang bersih dinilai membantu memutus potensi kontak dengan hewan pembawa penyakit.
Dinkes Kulon Progo juga mencatat bahwa kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada 2025 melalui surveilans sentinel rutin. Saat itu ada enam orang dengan hasil positif, tetapi seluruh pasien sembuh dan tidak ada kematian.
Untuk awal 2026 hingga saat ini, belum ada laporan kasus positif hantavirus dari pemeriksaan sentinel rutin yang telah dianalisis di laboratorium. Kondisi itu menjadi dasar bagi Dinkes untuk terus mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko paparan hewan pengerat.
Dengan hasil laboratorium yang negatif, Kulon Progo tidak mencatat kasus hantavirus pada manusia. Namun kewaspadaan tetap dijaga agar temuan suspek serupa dapat segera diperiksa dan ditangani sesuai prosedur.
Source: www.viva.co.id