Harley Sitaan Ini Dibuka Rp 70 Jutaan, Tapi Beban Pajaknya Masih Rp 17,5 Juta

Peminat moge yang memburu Harley-Davidson bekas sitaan negara sedang disuguhi peluang menarik. Sebuah Harley-Davidson FLHTC tahun 2003 dilepas melalui lelang dengan nilai limit Rp 70 jutaan dan harga penawaran awal Rp 71.547.600.

Yang membuat unit ini semakin mencuri perhatian adalah beban pajaknya yang masih tinggi. Dari data Samsat Banten, kewajiban tahunannya masih menembus Rp 17,503 juta jika denda keterlambatan ikut dihitung.

Motor besar tersebut masuk daftar lelang Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung. Meski sudah siap dilepas ke publik, unit ini tidak disertai BPKB dan STNK.

Pelat nomor B 6666 WEW masih terpasang pada moge itu. Namun, status administrasi tetap menjadi hal penting yang harus diperhatikan calon peserta sebelum mengajukan penawaran.

Pajak menumpuk lebih dari empat tahun

Data pajak menunjukkan motor ini belum dibayar selama 4 tahun 2 bulan 17 hari. Jatuh tempo pajaknya tercatat pada 13 Februari 2027, sehingga nilai yang muncul saat ini sudah memasukkan denda.

Rincian kewajibannya cukup panjang. Komponen yang tercatat terdiri dari PKB Pokok Rp 8,445 juta, PKB Denda Rp 1,546 juta, Opsen PKB Pokok Rp 5,575 juta, dan Opsen PKB Denda Rp 1,022 juta.

Masih ada biaya lain yang ikut membentuk total tagihan. SWDKLLJ Pokok tercatat Rp 415 ribu, SWDKLLJ Denda Rp 340 ribu, Penerbitan STNK Rp 100 ribu, dan Penerbitan pelat nomor Rp 60 ribu.

Jika denda tidak dihitung, pajak tahunannya berada di kisaran Rp 14,435 juta. Angka itu tetap menunjukkan bahwa kepemilikan moge premium seperti ini tidak berhenti di harga lelang saja.

Dilelang lewat aplikasi resmi

Penawaran dibuka melalui aplikasi lelang di lelang.go.id hingga Kamis 21 Mei 2026 pukul 13.45 WIB. Sebelum batas waktu itu, peserta juga bisa mengikuti aanwijzing yang dijadwalkan pada 18 Mei 2026.

Pada tahap aanwijzing, calon peserta biasanya dapat memperoleh informasi tambahan mengenai objek yang dilepas. Uang jaminan yang harus disiapkan pun tidak kecil, yakni Rp 7.154.760.

Kehadiran Harley-Davidson FLHTC tahun 2003 dalam daftar lelang membuat unit ini menjadi sorotan. Harga awalnya relatif rendah untuk merek premium, tetapi beban pajak dan kelengkapan dokumen tetap menjadi pertimbangan utama.

Berasal dari perkara berkekuatan hukum tetap

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyampaikan bahwa barang yang dilelang berasal dari perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap. Ia menegaskan hasil lelang akan masuk ke kas negara.

Anang juga menyebut sebagian aset berasal dari perkara korupsi tata kelola timah, ASABRI, hingga penipuan robot trading. Dalam keterangannya, ia menyinggung nama Harvey Moeis dkk, Jimmy Sutopo, dan Doni Salmanan sebagai pihak yang berkaitan dengan sejumlah aset tersebut.

Karena itulah, lelang moge ini bukan sekadar soal mencari kendaraan besar dengan harga pembuka yang rendah. Calon peserta tetap perlu mencermati status surat, beban pajak, dan kondisi administrasi sebelum memutuskan ikut menawar.

Source: oto.detik.com

Baca Juga

Back to top button