Harga Rp21 Jutaan, Uwinfly M135 Tawarkan Jarak 180 Km dan Laju 105 Km/Jam yang Menantang Motor Bensin

Motor listrik murah biasanya masih membuat calon pembeli berhitung dua kali soal jarak tempuh dan performa. Uwinfly M135 mencoba menekan keraguan itu lewat klaim 180 kilometer untuk sekali pengisian daya dan kecepatan puncak 105 km/jam, dengan banderol di kisaran Rp21 jutaan.

Paket yang dibawa model flagship ini memang terasa menyasar pengguna yang ingin kendaraan listrik lebih serius, bukan hanya untuk perjalanan pendek di dalam kota. Di tengah pasar yang masih sensitif pada biaya, M135 juga menonjol karena baterainya disebut langsung menjadi milik pembeli, tanpa skema sewa bulanan.

Jarak jauh dan tenaga yang lebih berani

Klaim jarak tempuh 180 kilometer menjadi salah satu poin paling kuat dari M135. Angka itu ditopang oleh sistem dual baterai paralel yang memakai dua baterai litium 74 Volt 30 Ah, sehingga keduanya bekerja bersamaan untuk menjaga tenaga tetap stabil.

Konfigurasi tersebut juga disebut mendukung torsi yang lebih besar. Dengan karakter seperti ini, M135 diposisikan agar lebih relevan untuk penggunaan harian yang membutuhkan jangkauan panjang dan rasa percaya diri lebih saat berkendara.

Di sisi kecepatan, Uwinfly menyatakan motor ini sanggup melaju sampai 105 km/jam. Angka itu membuat M135 keluar dari citra motor listrik yang selama ini kerap dianggap hanya cocok untuk rute pendek dan kecepatan rendah.

Baterai jadi pembeda utama

Selain klaim performa, status baterai menjadi nilai jual penting. Uwinfly menegaskan baterai M135 menjadi hak milik penuh pembeli, sehingga pengguna tidak perlu menanggung biaya sewa bulanan.

Baterai litium yang digunakan juga diklaim lebih ringan, lebih awet, dan punya kepadatan energi yang lebih baik. Untuk pemakaian harian, motor ini sudah mendukung pengisian cepat dari 0 hingga 50 persen dalam waktu sekitar 1,5 jam.

Skema seperti ini membuat M135 terasa lebih praktis bagi pengguna yang membutuhkan motor listrik dengan waktu isi daya yang tidak terlalu lama. Dengan begitu, motor ini tidak hanya mengandalkan jarak tempuh, tetapi juga efisiensi penggunaan sehari-hari.

Kenyamanan dan fitur digital

Uwinfly juga memberi perhatian pada bagian kenyamanan. Jok M135 memakai memory foam yang dirancang ergonomis, empuk, dan tetap solid untuk perjalanan yang lebih panjang.

Di bagian belakang, begel dibuat lebih panjang dan kokoh. Komponen ini menambah kenyamanan pembonceng sekaligus bisa difungsikan sebagai dudukan untuk pemasangan boks.

Dari sisi teknologi, M135 terintegrasi dengan aplikasi Yukonic. Melalui aplikasi itu, pemilik dapat menyalakan dan mematikan motor lewat ponsel serta memantau status baterai secara real-time.

Aplikasi yang sama juga menyediakan akses layanan after sales dan fitur home visit saat unit mengalami kendala. Sementara itu, panel instrumen sudah memakai layar TFT full digital yang dirancang tetap mudah dibaca di bawah terik matahari.

Biaya operasional dan harga jual

Beban biaya harian menjadi daya tarik lain yang sulit diabaikan. Untuk jarak 100 kilometer, biaya listrik M135 disebut hanya sekitar Rp5.000.

Jika dibandingkan dengan motor bensin, angka itu membuat M135 tampil menarik bagi pengguna yang ingin menekan pengeluaran rutin. Efisiensi seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa motor listrik mulai dilirik sebagai kendaraan utama untuk mobilitas sehari-hari.

Di pasar, Uwinfly memasang M135 di kisaran Rp21 jutaan. Dengan baterai yang langsung menjadi milik pembeli, konsumen tidak perlu memperhitungkan biaya tambahan bulanan di luar harga unit.

Saat ini, Uwinfly M135 sudah tersedia di berbagai dealer resmi Uwinfly di seluruh Indonesia. Model ini juga dipasarkan melalui platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pembeli yang mencari motor listrik berjarak tempuh jauh, berkecepatan tinggi, dan biaya operasional rendah.

Baca Juga

Back to top button