Harga Rp 670 Juta, XPeng G6 Pelan-Pelan Menekan Posisi Rival Premium

Di tengah pasar SUV listrik premium yang makin ramai, XPeng G6 mulai menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap lini produk. Mobil ini sudah mencatat penjualan lebih dari 300 unit di Indonesia dan langsung ikut masuk ke perbincangan di kelas yang selama ini dikuasai merek-merek besar.

Capaian itu terasa menarik karena G6 bukan model yang paling menonjol di tubuh XPeng. Sorotan publik sebelumnya lebih dulu mengarah ke X9, sementara G6 bergerak lebih tenang meski tetap berhasil mengumpulkan pembeli dalam jumlah yang tidak kecil.

Posisi G6 di pasar juga tidak sederhana. SUV listrik ini harus berhadapan dengan Lexus, Mercedes-Benz, dan BMW yang sudah lebih dulu punya nama kuat di segmen premium.

Penjualan yang belum dijelaskan rinci

Angka 300 unit tersebut menjadi sinyal penting bagi XPeng, tetapi masih ada detail yang belum dibuka secara jelas. Belum ada keterangan apakah jumlah itu merupakan akumulasi sampai bulan lalu atau hanya pencapaian dalam satu bulan tertentu.

XPeng juga belum menjelaskan periode penjualan itu secara rinci. Meski begitu, angka tersebut tetap memberi gambaran bahwa G6 punya pasar sendiri di Indonesia.

Saat ini, seluruh unit G6 yang sudah terjual disebut berasal dari varian Pro. Varian Standard sudah tidak lagi dijual sejak tahun lalu, sedangkan kelanjutannya sepanjang 2025 belum diumumkan.

Harga yang membuatnya terasa kompetitif

Daya tarik G6 bukan hanya datang dari angka penjualan. Varian Pro dibanderol Rp 670 juta, sebuah harga yang terlihat relatif terjangkau untuk ukuran SUV listrik mewah.

Di kelas yang sama, ada model lain yang banderolnya dapat menembus lebih dari Rp 1 miliar. Beberapa lini BMW iX series di Indonesia termasuk di antaranya, sehingga posisi harga G6 menjadi salah satu modal penting.

Namun, harga yang lebih rendah tidak otomatis membuat persaingan menjadi mudah. Di segmen premium, citra merek dan reputasi tetap berperan besar, apalagi G6 harus melawan nama-nama lama seperti Lexus, Mercedes-Benz, dan BMW.

Lawan sekelas Tesla Model Y

XPeng menempatkan G6 sebagai rival Tesla Model Y. Bedanya, Model Y belum diproduksi secara lokal, sedangkan G6 sudah dirakit di Indonesia.

Posisi ini menambah nilai strategis G6 di pasar lokal. Selain bersaing lewat harga, model ini juga punya keunggulan dari sisi perakitan dalam negeri.

Kabin mewah dengan fitur teknologi

Sebagai SUV listrik premium, G6 membawa paket Smart Tech Cabin yang menjadi salah satu andalan. Di dalamnya ada panoramic glass roof with smart dimming, audio Dynaudio 16 speaker, serta tri-screen interactive.

Susunan layar itu terdiri dari HUD AR, layar tengah touchscreen 15,6 inci, dan panel instrumen digital 10,25 inci. XPeng juga membekali G6 dengan teknologi XPilot 4.0 untuk membantu pengemudi saat berkendara.

Kombinasi fitur tersebut membuat G6 punya bekal yang cukup kuat di kelasnya. Fitur seperti ini disebut belum banyak ditemui pada model sekelasnya saat ini.

Performa tetap serius meski RWD

Walau hanya memakai penggerak roda belakang atau RWD, G6 tetap menawarkan performa yang solid. Tenaganya mencapai 292 ps dengan torsi 440 Nm.

Akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 6,7 detik. Untuk efisiensi jarak tempuh, G6 menggunakan baterai lithium ferro-phosphate atau LFP.

Jarak tempuh maksimalnya diklaim mencapai 600 km. Proses pengisian daya dari 10 hingga 80 persen disebut hanya membutuhkan 12 menit.

Masih bertumpu pada dua model

Di Indonesia, XPeng baru menjual dua model, yaitu X9 dan G6. Meski jumlah lini produknya masih terbatas, merek asal China itu sudah menyiapkan model lain untuk pasar lokal.

P7 menjadi kandidat berikutnya, walau waktu peluncurannya belum diputuskan. XPeng mengatakan pengumuman akan dilakukan saat waktunya tiba, sehingga untuk sementara fokus merek ini masih bertumpu pada dua model yang sudah beredar.

Source: ridertua.com
Exit mobile version