Harga HP Terancam Naik Lagi, Xiaomi Peringatkan Tekanan Memori Bisa Bertahan Dua Tahun Lagi

Pasar smartphone kembali menerima sinyal bahwa harga ponsel belum tentu akan lebih ramah dalam waktu dekat. Lonjakan harga cip memori membuat biaya produksi di industri teknologi global ikut tertekan, dan dampaknya tidak berhenti di satu jenis perangkat saja.

Xiaomi menjadi salah satu perusahaan yang paling vokal soal tekanan ini. Perusahaan menilai kenaikan biaya komponen masih akan berlangsung dan berpotensi memengaruhi harga jual perangkat secara lebih luas jika kondisi pasar tidak membaik.

Tekanan biaya belum menunjukkan tanda mereda

CEO Xiaomi, Lei Jun, mengingatkan bahwa pengguna yang terbiasa mengganti ponsel setiap tahun sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli lebih cepat. Menurut dia, harga perangkat bisa makin mahal apabila tren kenaikan biaya komponen terus berlanjut.

Lei Jun juga menyebut Xiaomi termasuk salah satu merek smartphone pertama yang sudah lebih dulu memberi peringatan soal kenaikan harga memori sejak tahun lalu. Ia menilai tren biaya cip memori masih akan naik setidaknya dalam dua tahun ke depan.

Di sisi perusahaan, Xiaomi disebut masih berusaha menahan sebagian dampak kenaikan biaya agar tidak langsung dibebankan kepada konsumen. Upaya itu dilakukan melalui efisiensi rantai pasok dan optimasi teknologi internal agar harga tetap kompetitif.

Namun, Lei Jun mengakui ruang untuk menjaga harga smartphone tetap stabil akan semakin sempit jika harga cip memori terus bergerak naik. Situasi itu membuat produsen harus menyeimbangkan daya saing produk dengan tekanan biaya yang belum juga turun.

Segmen premium ikut tertekan

Peringatan yang lebih tegas juga datang dari Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing. Dalam siaran langsung publik, ia memprediksi harga smartphone flagship premium dari berbagai merek China bisa menembus 10.000 yuan atau sekitar US$ 1.470 pada akhir tahun ini.

Lu Weibing menambahkan bahwa kenaikan harga memori tidak hanya menjadi isu jangka pendek. Ia memperkirakan tren tersebut dapat berlangsung hingga akhir 2027 dan berpotensi berlanjut sampai 2028.

Proyeksi itu menunjukkan bahwa tekanan pada komponen inti industri teknologi masih jauh dari selesai. Jika beban biaya terus naik, produsen di kelas premium pun bisa menghadapi ruang gerak yang makin terbatas dalam menentukan harga jual.

Dampaknya sudah terasa di pasar

Kenaikan biaya komponen mulai tercermin di pasar smartphone China. Sejak Maret 2026, sejumlah model smartphone dilaporkan naik harga antara 200 hingga 400 yuan karena biaya produksi yang membengkak.

Pergerakan harga itu memaksa produsen menimbang ulang strategi jual mereka. Mereka harus menjaga posisi produk di pasar sambil menghadapi komponen utama yang belum menunjukkan penurunan harga.

Bagi konsumen, sinyal dari Xiaomi menjadi peringatan bahwa harga HP masih berpotensi terus naik selama biaya cip memori belum melandai. Dalam kondisi seperti ini, penyesuaian harga tidak hanya menyentuh model tertentu, tetapi juga bisa merembet ke segmen yang lebih luas, termasuk kelas premium.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button