Haji Tetap Jalan Di Tengah Ketegangan Kawasan, Arab Saudi Pastikan Layanan Untuk Jemaah Iran

Persiapan haji untuk jemaah Iran tetap bergerak, meski kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya lepas dari ketegangan. Arab Saudi menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tetap diperlakukan sebagai layanan kemanusiaan yang harus berjalan tanpa terganggu oleh situasi politik.

Sikap itu terlihat saat Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Haji Tertinggi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, menerima Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Alireza Rashidian, di Jeddah. Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Abdulaziz menyambut jemaah Iran dan menegaskan dukungan penuh Raja Salman serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar seluruh jemaah dari berbagai negara dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan tenang.

Pertemuan itu menarik perhatian karena berlangsung saat kawasan masih diliputi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meski demikian, otoritas Saudi tetap memisahkan urusan haji dari tensi regional dan menempatkan pelayanan jemaah sebagai prioritas utama.

Di sisi lain, Iran menyiapkan keberangkatan sekitar 30.000 jemaah haji ke Arab Saudi secara bertahap. Menurut Kantor Berita Republik Islam Iran atau IRNA, proses pengiriman itu diperkirakan dimulai pada Senin, 27 April 2026, setelah koordinasi dengan Riyadh selesai dilakukan.

IRNA mengutip Akbar Rezaei, wakil urusan Haji dan Umrah di Organisasi Haji dan Ziarah Iran, yang menyebut pengiriman jemaah dilakukan setelah persetujuan resmi diperoleh. Ia juga menjelaskan bahwa pengaturan musim haji ini disusun berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta kontrak dengan penyedia layanan khusus.

Koordinasi lapangan diperkuat

Rezaei menyampaikan bahwa perjalanan jemaah akan dikelola sejak keberangkatan hingga kepulangan agar prosesnya lebih tertib. Ia juga menyebut struktur kelompok jemaah sudah dirombak, dengan 236 kelompok baru dimasukkan ke platform elektronik resmi.

Persiapan di lapangan di Mekkah juga telah dimulai. Misi Haji Iran terus berkoordinasi dengan otoritas Saudi, serta kedutaan dan konsulat Iran, untuk memastikan prosedur dan layanan bagi jemaah berjalan lancar.

Pangeran Abdulaziz hadir dalam pertemuan itu bersama sejumlah pejabat tinggi Saudi. Mereka antara lain Asisten Menteri Dalam Negeri Dr. Hisham Al-Falih, Wakil Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan Abdullah Al-Faris, dan Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letjen Mohammed Al-Bassami.

Apresiasi dari pihak Iran

Alireza Rashidian menyampaikan apresiasi atas langkah Arab Saudi. Ia memuji persiapan yang dilakukan dan menilai tingkat organisasi serta kualitas layanan kepada jemaah selama ibadah haji patut diapresiasi.

Hubungan kerja kedua negara di sektor haji menunjukkan bahwa layanan ibadah tetap dijaga meski situasi politik kawasan belum stabil. Dengan koordinasi yang terus berlangsung, seluruh jemaah, termasuk dari Iran, tetap diarahkan memperoleh pelayanan yang sama selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version