Di tengah malam penghargaan IEEE, dua nama besar Nvidia justru memilih mengalihkan sorotan dari diri mereka sendiri. Jensen Huang dan Chris Malachowsky tidak berhenti pada pengakuan atas pencapaian pribadi, melainkan mengubah hadiah yang mereka terima menjadi dukungan yang langsung mengalir ke pendidikan teknik dan STEM.
Langkah itu membuat momen penghargaan terasa berbeda. Alih-alih sekadar menjadi simbol prestasi, dana dari kedua pendiri Nvidia tersebut diarahkan ke jalur yang diharapkan bisa membuka akses belajar bagi lebih banyak generasi muda, terutama di bidang komputasi, engineering, dan pengenalan teknologi sejak dini.
Jensen Huang menerima IEEE Medal of Honor 2026 senilai $2 juta dalam IEEE Honors Ceremony di New York City. Seluruh hadiah itu ia sumbangkan, lalu ditambah dana pencocokan dari Jen-Hsun and Lori Huang Foundation untuk membentuk dukungan yang akan dipakai bagi beasiswa pascasarjana di bidang komputasi.
Dari dana gabungan itu, IEEE juga menyiapkan dukungan untuk inisiatif pendidikan STEM yang bersifat langsung dan praktis melalui IEEE TryEngineering. Program tersebut ditujukan untuk membiayai beasiswa baru bagi mahasiswa pascasarjana, sekaligus membantu kegiatan belajar yang mengenalkan engineering lewat pengalaman langsung.
Pelaksanaan program itu dijadwalkan mulai berjalan pada 2027. IEEE memberi penghargaan tertinggi kepada Huang atas kepemimpinannya yang pionir dalam mempercepat komputasi dan kecerdasan buatan, sebuah pengakuan yang menempatkannya di panggung utama bersama inovator teknologi lain pada ajang tahunan tersebut.
Di sisi lain, Chris Malachowsky juga mengambil langkah serupa saat menerima 2026 IEEE Robert N. Noyce Medal. Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam arsitektur komputasi paralel dan kepemimpinannya dalam desain semikonduktor.
Malachowsky kemudian menyerahkan hadiah uang dari penghargaan itu kepada IEEE TryEngineering. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung inisiatif yang memperkenalkan engineering kepada anak-anak usia sekolah, sehingga manfaat penghargaan tidak berhenti di ruang seremoni.
Kedua keputusan itu memberi warna khusus pada malam penghargaan IEEE. Dua pendiri Nvidia tersebut menunjukkan bahwa apresiasi industri bisa dipakai kembali untuk memperluas kesempatan belajar, bukan hanya untuk merayakan pencapaian pribadi.
Di balik momen itu, IEEE sendiri memiliki tradisi penghargaan yang sudah berjalan lebih dari satu abad. Program IEEE Awards memberi pengakuan kepada individu dan tim yang inovasinya memajukan teknologi sekaligus memberi manfaat bagi manusia.
IEEE juga dikenal sebagai badan amal publik dan organisasi profesional teknis terbesar di dunia. Organisasi ini memiliki lebih dari 500.000 anggota dan mencakup banyak bidang, mulai dari standar global, sistem dirgantara, komputer, dan telekomunikasi hingga rekayasa biomedis, listrik, dan elektronik konsumen.
Menjelang upacara penghargaan pada 24 April, IEEE lebih dulu menggelar Laureate Forum kedua pada 22-23 April di New York City. Forum itu mempertemukan pemenang penghargaan IEEE sebelumnya dan inovator teknologi dengan sekelompok profesional muda untuk membangun jejaring, mendapatkan mentoring, serta mendengar sesi inspiratif dari para pembicara.
Selain forum tersebut, IEEE juga menampilkan film data-storytelling yang dikomisikan bersama information designer Giorgia Lupi dan timnya di Pentagram. Film itu menggambarkan jalur dan kolaborasi yang menghubungkan para penerima penghargaan 2026, sekaligus melengkapi rangkaian acara yang dirancang untuk mendorong pengembangan profesional generasi muda.





