Strategi harga Xpeng pada model GX tampaknya berhasil mengubah ritme pasar dengan cepat. Deutsche Bank memperkirakan total pesanan baru Xpeng pada Mei menembus sekitar 50.000 unit, naik 40% dari April dan 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dorongan terbesar datang dari GX yang meluncur pada 20 Mei. Dalam 12 jam pertama, model ini langsung mengumpulkan 24.863 pesanan pasti yang tidak dapat dibatalkan, sebuah angka yang menunjukkan minat awal sangat kuat dari pasar.
Harga yang mengubah posisi GX
Salah satu pemicu utamanya ada pada banderol awal yang dibuka di 269.800 yuan. Harga ini jauh lebih rendah dari harga pra-penjualan 399.800 yuan yang diumumkan sebulan sebelumnya, sehingga pasar melihat perubahan posisi GX dengan sangat jelas.
Penetapan harga final itu juga menempatkan GX di arena yang lebih sensitif terhadap harga. Bandingannya kini mendekati Onvo L90 milik Nio yang dibuka dari 265.800 yuan, sehingga persaingan di segmen ini ikut memanas.
Kontrasnya terlihat ketika pra-penjualan GX sempat diposisikan dekat level 406.800 yuan untuk Nio ES8. Perubahan ke harga final memberi sinyal bahwa Xpeng memilih mengejar volume lebih cepat ketimbang mempertahankan ekspektasi harga awal.
Antrean panjang di varian tertinggi
Minat terhadap GX juga tercermin dari waktu tunggu pengiriman yang kini memanjang untuk varian Ultra flagship listrik murni. Konsumen di China harus menunggu sekitar 25 sampai 29 minggu untuk menerima unit tersebut.
Xpeng menyebut varian tertinggi Ultra menyumbang lebih dari 80% pesanan awal GX. Komposisi ini menunjukkan bahwa daya tarik model tersebut tidak hanya berasal dari harga masuk, tetapi juga dari paket teknologi yang dibawanya.
Deutsche Bank memperkirakan dealer melihat GX berpotensi mencatat pengiriman bulanan rata-rata sekitar 5.000 unit. Proyeksi itu didukung oleh ukuran mobil yang kompetitif serta posisinya di segmen SUV keluarga premium.
Teknologi jadi pembeda utama
GX membawa sasis steer-by-wire dan baterai besar 110 kWh. Model ini juga dibangun dengan standar mengemudi otonom L4 serta memakai strategi alokasi daya komputasi yang fleksibel.
Varian tertinggi GX memakai tiga chip Turing AI buatan Xpeng sendiri. Kombinasi itu membuat kemampuan komputasi sistem smart driving mencapai 2.250 TOPS.
Portofolio lain masih terjaga
Kenaikan pesanan GX menjadi motor utama, tetapi lini Xpeng yang lain belum menunjukkan tekanan berarti. Deutsche Bank mencatat Mona M03, P7+, X9, dan G6 tetap stabil sepanjang Mei.
Di sisi pengiriman, Xpeng membukukan 31.011 unit pada April. Angka itu memang turun 11,51% dari setahun sebelumnya, tetapi masih naik 13,12% dibanding Maret.
Dengan tambahan pesanan dari GX, Xpeng mendapat bantalan penting untuk kinerja berikutnya. Situasi ini juga membantu perusahaan menjaga momentum saat produk barunya mulai masuk ke pasar.
Jadwal model baru ikut diperluas
Xpeng tidak berhenti pada GX dan tengah menyiapkan G9L untuk hadir pada kuartal ketiga 2026. SUV lima kursi berukuran sangat besar ini diposisikan sebagai “saudara” GX dan diperkirakan dijual sedikit lebih tinggi dari G9 yang ada sekarang.
Deutsche Bank memperkirakan penjualan bulanan rata-rata G9L bisa mencapai sekitar 4.000 unit setelah meluncur. Dari sisi ukuran, G9L memiliki panjang 5.120 mm dan wheelbase 3.100 mm, masih di bawah GX yang panjangnya 5.265 mm dengan wheelbase 3.115 mm.
Meski begitu, G9L tetap lebih besar dari G9 saat ini yang panjangnya 4.891 mm dengan wheelbase 2.998 mm dan harga mulai 248.800 yuan. Dealer juga menyebut Xpeng berencana meluncurkan dua SUV lain, Mona L05 dan Mona L03, pada paruh kedua 2026, disusul sedan baru M05 yang diposisikan sedikit di atas Mona M03 pada 2027.
Source: cnevpost.com




