Guru Dan Buruh Disebut Penopang Negara, Mojtaba Khamenei Dorong Produk Lokal Dan Tolak PHK

Ajakan membeli produk lokal dan menahan PHK massal menjadi sorotan utama dalam pesan Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei pada momen Hari Buruh. Ia menilai cara paling nyata untuk menghargai buruh bukan hanya lewat ucapan, melainkan lewat kebiasaan masyarakat yang memilih hasil kerja dalam negeri.

Dalam keterangan yang dilansir IRNA, Khamenei meminta masyarakat Iran memberi dukungan langsung kepada buruh produktif. Ia juga menekankan agar pemutusan hubungan kerja dihindari sejauh mungkin, baik di sektor produksi maupun jasa.

Khamenei memandang buruh sebagai unsur paling efektif dalam perang ekonomi, sementara guru disebutnya sebagai mata rantai paling efektif dalam perang budaya. Keduanya, menurut dia, adalah penopang utama kemajuan budaya dan ekonomi sebuah negara.

Ia menempatkan guru dan buruh sebagai dua fondasi yang tidak bisa dipisahkan dari kemajuan bangsa. Kemajuan itu, dalam pandangannya, bertumpu pada dua sayap, yakni ilmu dan amal, yang tercermin dalam peran guru dan buruh.

Peran guru, menurut Khamenei, dimulai sejak tahap awal pembentukan murid. Tugas itu tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan, membangun wawasan, dan membentuk identitas generasi penerus.

Ia juga menyoroti pengaruh jangka panjang guru terhadap murid, mahasiswa, dan santri. Karakter, perilaku, hingga ucapan para peserta didik kelak bisa menjadi cerminan dari apa yang mereka serap dari gurunya.

Di sisi lain, Khamenei menggambarkan ruang kerja secara luas, tidak terbatas pada pabrik atau kantor. Ia menyebutnya mencakup rumah, kantor, unit usaha, masjid, ladang, bengkel, tambang, hingga berbagai layanan jasa.

Menurutnya, kemajuan negara akan lebih terjamin bila ruang kerja itu diisi kerja keras dan komitmen. Dua unsur tersebut ia sebut sebagai pilar utama dari setiap keberhasilan besar.

Khamenei juga menilai seorang buruh yang berkomitmen dapat mencapai kedudukan terhormat. Ia menyamakan penghargaan kepada buruh dengan penghormatan kepada guru yang penuh kasih, sebagai bentuk rasa syukur atas kerja dan keterampilan mereka.

Dorongan untuk memprioritaskan produk dalam negeri menjadi bagian penting lain dari pesannya. Langkah itu, menurut Khamenei, sejalan dengan upaya memperkuat hasil kerja buruh Iran.

Ia meminta para pemilik usaha yang terdampak untuk sebisa mungkin menghindari PHK dan pemisahan tenaga kerja. Dalam pandangannya, setiap buruh harus dilihat sebagai aset bagi unit usaha, bukan sekadar beban biaya.

Khamenei juga menyatakan bahwa pemerintah semestinya mendukung langkah tersebut sesuai kemampuan yang ada. Dukungan kebijakan dinilai penting agar upaya menjaga lapangan kerja tidak hanya bergantung pada pelaku usaha.

Pesan itu juga menekankan bahwa penghormatan kepada guru dan buruh tidak boleh berhenti pada peringatan tahunan. Khamenei menggambarkan bahwa dukungan publik kepada dua kelompok itu seharusnya hadir dalam tindakan sehari-hari, bukan hanya dalam ucapan seremonial.

Ia bahkan membandingkannya dengan dukungan masyarakat Iran kepada personel militer di berbagai tempat dan jalan. Menurutnya, bentuk dukungan yang sama juga layak diberikan kepada guru dan buruh.

Selain itu, Khamenei menyinggung pentingnya keterlibatan keluarga siswa dan mahasiswa dalam pengelolaan sekolah serta universitas. Ia menilai hubungan yang lebih erat antara keluarga dan lembaga pendidikan dapat memperkuat proses pembentukan generasi muda.

Pada bagian akhir pesannya, Khamenei mengaitkan penguatan identitas Islam-Iran dengan peran para pembimbing dan guru. Ia juga menyebut kebiasaan memprioritaskan konsumsi produk lokal sebagai jalan untuk mempercepat kemajuan dan keunggulan Iran, terutama bila didukung doa dan perantaraan Imam Zaman.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version