Gugatan Antimonopoli Menekan Steam, Harga Game Dianggap Tetap Terjaga Tinggi

Gugatan baru terhadap Valve menyorot satu pertanyaan besar yang jarang terlihat di balik kenyamanan belanja game di Steam: sejauh mana sebuah toko digital boleh memengaruhi harga di luar ekosistemnya. Bagi gamer, isu ini penting karena hasilnya dapat ikut menentukan apakah harga game di toko pesaing benar-benar punya ruang untuk turun.

Di Amerika Serikat dan Inggris, Valve kini menghadapi tuduhan antimonopoli yang menyebut Steam digunakan untuk menjaga harga game tetap tinggi di platform lain. Para penggugat menilai pengaruh besar Steam membuat persaingan harga di pasar game PC tidak berjalan seimbang.

Fokus tuduhan ada pada komisi dan kendali distribusi

Salah satu hal yang ikut disorot adalah komisi Steam yang bisa mencapai 30% dari penjualan game. Para penggugat menilai posisi Steam yang dominan dalam distribusi game PC membantu Valve mempertahankan biaya tersebut tanpa tekanan berarti dari pesaing.

Mereka juga berpendapat penerbit dan pengembang sulit mengabaikan harga yang terbentuk di Steam. Karena basis pengguna platform itu sangat besar, banyak pengembang disebut tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan diri dengan ekspektasi harga yang berlaku di sana.

Dalam gugatan, Valve juga dituduh memakai pembatasan kontraktual dan kebijakan harga untuk menghambat toko game digital lain. Intinya, para penggugat menilai Valve mendorong agar game tidak dijual lebih murah di platform pesaing.

Inggris ikut menambah tekanan hukum

Di Inggris, Reuters melaporkan nilai gugatan mencapai 656 juta pounds. Gugatan tersebut menuduh Valve menetapkan syarat yang membatasi penerbit untuk menjual game dengan harga lebih murah atau lebih awal melalui toko pesaing.

Para penggugat juga menyoroti cara ekosistem Steam membuat pengguna tetap berbelanja di dalam platform, termasuk untuk konten unduhan dan pembelian tambahan. Mereka menilai kondisi itu menekan kompetisi dan pada akhirnya mendorong harga yang lebih tinggi bagi konsumen.

Pusat persoalan ada pada pengaruh Steam

Yang dipersoalkan bukan semata popularitas Steam, melainkan bagaimana popularitas itu bisa berubah menjadi kekuatan pasar yang sulit ditandingi. Para pengkritik melihat posisi itu memungkinkan Valve menjaga aturan yang menguntungkan platform sendiri sambil membatasi ruang gerak toko lain.

CREATE juga menyebut ada dokumen pengadilan dari kasus antimonopoli sebelumnya yang mengarah pada komunikasi internal. Dokumen itu diduga menunjukkan Valve memantau diskon di storefront pesaing.

Bagi para pengkritik, pemantauan seperti itu penting karena menyentuh inti persaingan harga. Jika platform besar dapat menekan agar harga di luar ekosistemnya tidak lebih menarik, maka toko lain akan makin sulit bersaing.

Valve tetap membantah

Reuters melaporkan Valve membantah melakukan pelanggaran. Perusahaan itu tetap mempertahankan praktik bisnisnya meski kini menghadapi beberapa gugatan yang menyoroti perannya di pasar game PC.

Meski masih sebatas tuduhan hukum, kasus ini sudah memunculkan perbandingan dengan sengketa antimonopoli yang pernah menimpa Apple dan Google. Perbandingan itu muncul karena ketiganya sama-sama mengelola toko digital besar yang menjadi pintu utama distribusi produk di ekosistem masing-masing.

Bagi industri game, hasil perkara ini bisa berdampak lebih jauh dari sekadar nama Valve. Jika pengadilan menilai pengaruh platform dipakai untuk menekan harga di luar ekosistemnya, pembahasan tentang komisi, kebijakan harga, dan cara toko digital bersaing kemungkinan ikut berubah.

Source: tech.sportskeeda.com

Baca Juga

Back to top button