Guardiola Hampir Menangis Saat Bernardo Silva Kian Dekat Pergi dari Manchester City

Kepergian Bernardo Silva dari Manchester City tampaknya bukan sekadar urusan kontrak atau daftar skuad. Bagi Pep Guardiola, isu itu sudah menyentuh ranah yang jauh lebih personal, sampai-sampai ia meminta agar pertanyaan soal masa depan gelandang Portugal tersebut tidak terus muncul sebelum musim berakhir.

Reaksi Guardiola itu muncul setelah kemenangan tipis 2-1 atas Arsenal, laga yang justru kembali mengingatkan betapa besar pengaruh Silva bagi City. Di tengah sorotan pada para pencetak gol, peran pemain berusia Portugal itu tetap terasa kuat lewat kerja-kerja kecil yang sering luput dari perhatian.

Dalam pertandingan tersebut, Manchester City unggul lewat gol Rayan Cherki dan Erling Haaland. Arsenal sempat memperkecil keadaan melalui Kai Havertz, tetapi City mampu menjaga keunggulan hingga laga usai.

Bernardo Silva memang tidak mencetak gol, namun kontribusinya tetap penting saat City bertahan. Ia melakukan aksi krusial dengan memutus serangan balik cepat yang dipimpin Havertz, sebuah momen yang membantu tim menghindari ancaman besar.

Hal seperti itu menjadi alasan mengapa Guardiola masih melihat Silva sebagai sosok yang sangat vital. Bagi sang pelatih, nilai seorang pemain tidak hanya terletak pada gol dan assist, melainkan juga pada kemampuan membaca permainan dan hadir pada momen yang menentukan.

Guardiola bahkan memberi penilaian yang sangat spesifik tentang cara kerja Silva. Menurutnya, pemain seperti itu tidak selalu terlihat mencolok dari sisi fisik, karena bukan bertumpu pada postur besar, kecepatan tinggi, atau kekuatan tubuh.

“Saya merasa terkadang dia tidak dipandang sebagai sosok yang menonjol secara fisik. Posturnya, dia tidak cepat, dia tidak kuat… tapi sepakbola itu bermula dari sini [menunjuk ke kepala] dan berakhir di kaki,” ujar Guardiola.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana Guardiola menempatkan Silva sebagai pemain yang mengandalkan kecerdasan bermain. Kemampuan berpikir cepat dan memahami situasi membuat perannya tetap menonjol meski tidak selalu masuk angka di papan skor.

Di sisi lain, pembicaraan tentang kemungkinan perpisahan Silva juga memunculkan reaksi emosional dari Guardiola. Ia mengakui topik tersebut sangat sensitif baginya dan bahkan menyebut dirinya bisa menangis jika pembahasan itu terus dilanjutkan.

“Jika Anda terus membicarakan dia, saya akan menangis, jadi berhati-hatilah. Akan menjadi momen yang sangat emosional saat dia pergi nanti. Bernardo adalah Bernardo Anda tidak bisa mendefinisikannya,” kata Guardiola, seperti dikutip Sky Sports.

Ucapan itu memperlihatkan kedekatan yang terbangun selama bertahun-tahun antara pelatih dan pemain. Silva dikenal fleksibel dan bisa menjalankan berbagai peran sesuai kebutuhan tim, sesuatu yang sangat dihargai oleh Guardiola.

Rekam jejak Silva di Etihad juga menunjukkan betapa besar kontribusinya bagi Manchester City. Ia sudah mencatat 451 penampilan di semua kompetisi, mencetak 76 gol, dan membantu klub meraih 18 trofi selama delapan musim.

Silva juga menjadi bagian dari skuad yang meraih treble pada musim 2022/2023. Pencapaian itu semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu figur penting dalam era modern Manchester City.

Guardiola pun menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian panjang Silva. “Saya merasa sangat bersyukur atas apa yang telah dilakukan orang ini selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dengan segala pengalaman, kecerdasan, dan peran yang kerap tidak tercermin penuh dalam statistik, kepergian Bernardo Silva jelas akan meninggalkan ruang besar di Manchester City. Guardiola tampaknya memahami bahwa yang hilang bukan hanya seorang pemain, melainkan juga salah satu pengikat keseimbangan tim selama ini.

Exit mobile version