Perangkat baru Googlebook mencoba mengubah cara orang berinteraksi dengan laptop. Di sana, kursor tidak lagi sekadar penunjuk, tetapi ikut menjadi bagian dari sistem kerja cerdas yang ditenagai Gemini Intelligence.
Arah itu membuat Googlebook tampil lebih dekat ke perangkat hibrida daripada laptop premium biasa. Google menggabungkan aplikasi Google Play, ChromeOS, dan Gemini Intelligence sebagai inti pengalaman pakai agar perangkat terasa lebih aktif membantu pengguna.
Kursor yang memberi arahan
Fitur yang paling menonjol datang lewat Magic Pointer, hasil pengembangan bersama tim Google DeepMind. Saat kursor digerakkan di layar, sistem ini dapat memberi saran yang relevan dengan konteks yang sedang dibuka pengguna.
Google merancang cara kerjanya agar tetap sederhana dan terasa natural. Karena itu, saat pengguna menunjuk elemen tertentu, Gemini bisa langsung membantu menjalankan tugas yang sesuai dengan konteks tersebut.
Salah satu contoh yang ditunjukkan adalah membuat jadwal rapat dari tanggal yang ada di email. Contoh lain memperlihatkan Gemini membantu memvisualisasikan sofa dan ruang tamu dalam satu tampilan.
Tugas harian dibuat lebih cepat
Googlebook juga membawa Create Your Widget untuk membuat widget khusus melalui instruksi bahasa sehari-hari. Fitur ini menambah cara baru bagi pengguna untuk menyusun tampilan kerja yang lebih personal tanpa langkah yang rumit.
Dalam skenario perencanaan liburan keluarga ke Berlin, Gemini dapat menarik data dari Gmail dan Calendar. Informasi seperti jadwal penerbangan, reservasi hotel, dan penghitung waktu mundur lalu tampil dalam satu dashboard di desktop.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa Googlebook tidak hanya menampilkan aplikasi, tetapi juga menghubungkan data yang tersebar agar lebih mudah dipantau. Fokusnya ada pada alur kerja yang lebih ringkas dan tidak terlalu banyak perpindahan layar.
Ekosistem Android masuk lebih rapat
Di balik tampilannya, Googlebook dibangun di atas tumpukan teknologi Android. Fondasi ini dipakai untuk mempercepat pembaruan dan membuka integrasi lintas perangkat yang lebih mulus.
Pengguna juga bisa menjalankan aplikasi ponsel langsung di layar laptop tanpa harus berpindah perangkat. Aktivitas seperti memesan makanan atau menyelesaikan target harian Duolingo dapat dilakukan dalam satu alur kerja agar fokus tidak terputus.
Google turut menghadirkan Quick Access untuk memudahkan pengelolaan file. Melalui file browser di Googlebook, pengguna bisa melihat, mencari, atau menyisipkan file yang tersimpan di memori ponsel pintar tanpa transfer manual.
Dibuat bersama banyak mitra perangkat keras
Untuk mendukung kemampuan software yang semakin cerdas, Google menggandeng sejumlah produsen besar. Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo disebut terlibat dalam produksi generasi pertama Googlebook.
Setiap unit dikembangkan dengan material kelas premium dan tersedia dalam berbagai bentuk serta ukuran. Google juga menambahkan Glowbar sebagai identitas visual perangkat, yakni elemen lampu khas yang berfungsi sebagai indikator sekaligus aksen desain.
Google menyebut rincian lebih lanjut akan diungkap pada akhir tahun ini. Perangkat tersebut direncanakan mulai dipasarkan pada musim gugur mendatang yang disebut Fall 2026, sementara pembaruan informasinya juga disiapkan melalui situs resmi googlebook.com.