Ethereum sedang menyiapkan lonjakan kapasitas yang jauh lebih besar dari kondisi saat ini, dan target paling menonjol dari arah itu adalah batas gas 200 juta. Angka tersebut sekitar 3,3 kali lipat dari baseline Ethereum yang kini berada di kisaran 60 juta, sehingga ruang transaksi di jaringan utama diproyeksikan menjadi jauh lebih lega.
Dorongan ini datang dari upgrade Glamsterdam yang dibidik hadir pada paruh pertama 2026. Fokus utamanya bukan sekadar menambah kapasitas, tetapi juga menjaga agar desentralisasi dan keamanan tetap menjadi fondasi jaringan.
Mesin utama di balik kenaikan kapasitas
Rancangan Glamsterdam dijabarkan secara formal dalam EIP-7773 sebagai gabungan perubahan di lapisan konsensus dan lapisan eksekusi. Paket ini menyatukan “Gloas” untuk consensus layer dan “Amsterdam” untuk execution layer agar throughput Ethereum dapat naik signifikan.
Komponen pertama adalah stabilisasi enshrined Proposer-Builder Separation atau ePBS melalui EIP-7732. Perubahan ini mengatur ulang waktu pembangunan blok supaya execution client punya ruang lebih besar untuk memproses blok secara efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem builder eksternal.
Komponen kedua adalah optimisasi Block-Level Access Lists atau BAL lewat EIP-7928. Dengan mekanisme ini, klien dapat memuat lebih dulu seluruh state baca-tulis sebuah blok sebelum eksekusi dimulai.
Efek yang dibidik pada eksekusi jaringan
Langkah tersebut membuka jalan bagi parallel execution, operasi I/O yang dibatch, dan perhitungan state-root yang lebih cepat. Dalam praktiknya, ini dirancang agar lingkungan eksekusi Ethereum terasa lebih mulus saat volume aktivitas meningkat.
Komponen ketiga adalah EIP-8037, yang sudah memfinalisasi model repricing gas terbaru Ethereum. Proposal ini menaikkan biaya untuk membuat state storage baru melalui sistem fixed cost-per-state-byte agar pertumbuhan state tetap terkendali dan jaringan tetap layak dijalankan dalam jangka panjang.
Dengan kombinasi batas gas yang lebih tinggi dan eksekusi yang lebih efisien, Ethereum ditargetkan mampu menahan lonjakan aktivitas tanpa membuat biaya melonjak liar atau hardware node kewalahan. Dampak paling langsung yang diburu adalah throughput yang dapat meningkat sekitar tiga kali lipat.
Uji awal sudah mulai berjalan
Di sisi pengembangan, multi-client Glamsterdam devnet sudah berjalan. Pipeline builder juga telah diuji di hampir semua klien utama, yang menunjukkan bahwa stabilisasi ePBS tidak berhenti sebagai desain di atas kertas.
Pengujian itu penting karena memberi gambaran awal tentang kesiapan implementasi pada lingkungan pengembangan yang nyata. Bagi validator dan operator node, paket ini juga membawa penyesuaian yang ikut menjaga beban infrastruktur tetap terkendali.
EIP-8061 masuk dalam paket tersebut untuk menambahkan penyesuaian kecil di lapisan konsensus bagi exit validator dan consolidation churn. Di saat yang sama, efisiensi I/O dari perubahan lain membantu menjaga kebutuhan hardware tetap lebih ringan.
Dampak untuk pengguna dan pengembang
Bagi pengguna, throughput yang lebih tinggi diharapkan membantu menekan lonjakan fee ketika permintaan sedang padat. Pengalaman di base layer juga ditargetkan menjadi lebih cepat dan lebih murah, sesuatu yang lama dibutuhkan saat aktivitas jaringan memuncak.
Untuk pengembang aplikasi, gabungan parallel execution dan deterministic access lists memberi ruang lebih besar bagi aplikasi yang kompleks. Sektor seperti DeFi, gaming, NFT, prediction markets, dan aplikasi on-chain berbasis AI berpotensi paling merasakan manfaatnya karena kebutuhan transaksinya lebih berat.
Dalam proyeksi yang lebih luas, Layer 1 Ethereum juga digambarkan makin dekat ke kapasitas 10.000+ TPS bila dikombinasikan dengan rollup dan sistem Layer 2. Posisi Glamsterdam kemudian menjadi bagian penting dari “The Surge”, fase skalabilitas eksekusi Ethereum yang berada di jalur langsung roadmap lebih besar.
Upgrade ini menyusul Pectra pada 2025 yang membawa smart-account lewat EIP-7702 dan menaikkan batas validator, lalu Fusaka yang memperkenalkan PeerDAS dan mendorong Ethereum ke arah batas gas yang lebih tinggi. Sesudah itu, Ethereum juga menyiapkan Hegotá pada paruh kedua 2026 untuk menangani stateless clients, penyempurnaan account abstraction, dan optimasi konsensus lanjutan.
Jika pengujian devnet Glamsterdam terus berjalan mulus, pembaruan ini berpotensi menjadi salah satu titik paling terasa dalam evolusi Ethereum. Bagi ekosistem yang selama ini terus mengejar ruang transaksi lebih longgar, target gas 200 juta menjadi sinyal bahwa fase berikutnya sudah makin dekat.





