Gelombang Panas Dorong Orang Ke Kolam Lindung London, Musim Bersarang Angsa Ikut Terancam

Gelombang panas di London membuat kolam konservasi di Hampstead Heath berubah fungsi dari kawasan lindung menjadi tempat berenang dadakan. Situasi itu memicu kemarahan karena air yang seharusnya menjadi ruang aman bagi satwa justru dipadati puluhan orang saat suhu mencapai 95 derajat Fahrenheit.

Yang membuat insiden ini lebih sensitif adalah kondisi di sekitar kolam sedang berada pada masa paling rentan bagi burung air. Di area tersebut ada angsa, coot, dan moorhen yang tengah bersarang, sementara telur dan anak angsa juga berada di lokasi yang sama.

Habitat yang sedang sibuk menjaga anak

Tanda peringatan bahwa area itu termasuk kawasan konservasi satwa liar sebenarnya sudah dipasang. Namun, tekanan cuaca panas tampaknya mendorong lebih banyak orang masuk ke air terbuka yang tidak dijaga penjaga pantai itu.

Menurut The Guardian, di tempat yang sama ada angsa yang menjaga cygnet yang usianya belum genap dua minggu. Burung-burung lain juga sedang membangun serta mempertahankan sarang mereka.

Salah satu rekaman memperlihatkan seekor angsa mendorong telur yang belum menetas setelah telur itu jatuh ke air di tengah kekacauan. Gambar itu memperkuat kekhawatiran bahwa gangguan manusia bisa langsung memengaruhi proses berkembang biak satwa liar.

Kecaman dari pengelola dan kelompok konservasi

City of London menyebut tindakan para perenang itu “utterly appalling”. Akun Instagram Swans of Hampstead Heath juga menyoroti bahwa burung-burung sudah dipaksa berada di bagian kolam yang lebih kecil selama masa puncak bersarang.

Kondisi itu membuat mereka semakin sulit menjangkau makanan yang dibutuhkan. Bagi burung air, musim bersarang adalah periode yang sangat rentan karena gangguan berulang dapat membuat induk meninggalkan telur atau membiarkan anak burung terpapar predator dan kelaparan.

Royal Society for the Protection of Birds menegaskan bahwa burung yang sedang berkembang biak membutuhkan ruang untuk “nest and care for their young in peace”. Lembaga itu juga mengingatkan bahwa banyak spesies sudah berada di bawah tekanan besar.

Risiko bagi satwa dan manusia

Insiden ini tidak hanya berbahaya bagi satwa liar, tetapi juga bagi orang yang berenang di kolam tanpa pengawasan. Saat cuaca panas, tubuh yang langsung masuk ke air dingin bisa mengalami cold-water shock, sementara air terbuka sering kali jauh lebih dingin daripada udara.

Kondisi seperti itu meningkatkan risiko tenggelam di danau, sungai, dan laut. Burung yang merasa terpojok juga dapat menjadi agresif saat mempertahankan sarangnya, dan hewan yang melukai manusia bisa kemudian dianggap berbahaya lalu dieutanasia.

Peringatan agar tetap di area resmi

Alderman Gregory Jones KC, yang memimpin komite City of London Corporation untuk Hampstead Heath, Highgate Wood, dan Queen’s Park, mengatakan petugas biasanya akan mendekati orang terlebih dahulu. Ia menambahkan bahwa constabulary dapat menjatuhkan denda atau melakukan penangkapan bila diperlukan.

Jones juga menegaskan bahwa memasuki badan air lain yang tidak diawasi penjaga pantai sangat berbahaya, melanggar aturan, dan menimbulkan kerusakan besar pada habitat satwa liar. Peringatan itu muncul ketika gelombang panas membuat lebih banyak orang mencari tempat berenang di luar jalur resmi.

Nature campaigner dan barrister Paul Powesland menilai kejadian tersebut mencerminkan persoalan yang lebih luas. Ia mengaitkannya dengan semakin sempitnya pilihan berenang di luar ruangan serta tercemarnya perairan London.

RSPB pun menyerukan agar masyarakat bertanggung jawab dan memberi jarak yang cukup bagi burung serta satwa liar lain selama musim panas. Di Hampstead Heath, tekanan cuaca ekstrem, habitat yang sedang aktif dipakai bersarang, dan dorongan orang untuk berenang akhirnya bertemu dalam satu konflik yang sama.

Baca Juga

Back to top button